Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Trends Kisahku Dan Sahabat

Ke Jakarta Aku Kan Kembali

Keberadaan saya dikota Jember akan berakhir suka tidak suka, enak atau tidaknya saya tetap konsisten dengan perjanjian yang telah saya buat sendiri kepada Ance bahwa saya akan pulang ke Jakarta sebelum natal dan tahun baru. Kalau boleh jujur sayapun berat meninggalkan kota Jember, tetapi bukan karena Andini dan Adinda, tetapi karena selama saya berada dikota Jember jarang saya mendapatkan masalah atau hal yang membebankan pada diri saya. Semuanya berjalan lancar tanpa kendala, bahkan banyak pula bonus kesenangan yang saya dapat selama berada dikota Jember. Dan apapun yang terjadi, sesuatu akan tetap ada akhirnya. Sayapun juga tak ingin terlena terus oleh keadaan dikota Jember, karena jika berpikir seperti itu terus bisa membuat saya menjadi bimbang untuk pulang ke Jakarta. Jadi sebelum mendekati hari H, saya sudah menyiapkan semuanya jauh-jauh hari. Bahkan oleh-oleh khas jember seperti makanan ringan dan hal lainnya sudah saya kirim lebih dulu ke Jakarta sebelum kepulangan sa...

Kualat Buat Ance

Setelah mengontrak dikota Jember hampir sebulan lebih Ance pernah berkata kepada saya, apa dikota Jember ada Klenteng seperti dikota Surabaya. Meski ditoko ada tempat untuk beribadah baik Klenteng maupun musholla namun ia tetap harus tahu Klenteng yang ada diluar toko. Atau Klenteng umum. Sama seperti saya yang terkadang berpikir lebih baik sholat dimasjid ketimbang dirumah kontrakan atau ditoko jika ada waktu yang cukup. Begitupun dengan Ance yang mungkin tidak mau beribadah hanya ditokonya saja, iapun harus tahu Kleteng umum khusus orang Thionghua yang ada dikota Jember. Sampai hal ini saya tanyakan kepada Adinda dan Andini, dan akhirnya Adinda berkata kepada saya bahwa ia ada kenalan orang Thionghua daerah Sukorambi dari situlah akhirnya Ance tahu ternyata banyak Klenteng dikota Jember kalau mau ditelusuri. Singkat cerita akhirnya Ance dikenalkan oleh Adinda seorang wanita Thionghua yang bernama Inka. Atau Cici Inka, sejak itu Ance dan istrinya sering menuju Klenteng ter...

Lari Sore di Kota Jember

Selama berada dikota Jember Jawa Timur ada hobi yang terabaikan yaitu olahraga sepeda, jika di Jakarta setiap seminggu dua kali saya rutin berolahraga sepeda sore hari, jikalau pagi sabtu dan minggu itu rutin. Meski terkadang hari minggu saja, jika sabtu pekerjaan sangat padat. Akhirnya mau tidak mau, satu-satunya jalan yaitu olah raga lari sore karena cukup bermodalkan sepatu olahraga saja yang bisa dibeli ditoko sepatu disekitaran tempat saya mengontrak rumah. Dan biayanya sangat murah, dibanding saya harus membeli sepeda baru, yaa buat apa juga, karena nantinya toh saya akan kembali pulang ke Jakarta lagi. Pagi hari sebelum saya berangkat ketoko saya bertemu dengan seorang pria muda yang tinggal tidak jauh dari tempat saya mengontrak. Namanya Shofian, ia kalau saya perhatikan jika sedang libur bekerja, sore harinya sering melakukan aktifitas lari sore. Dan sayapun menanyakan kembali kepadanya. "Mas Shofian lagi libur yaa"? "Oh iya om, ada apa yaa...

Akhirnya Motor Kiriman Dari Surabaya Tiba

Akhirnya motor yang pernah dijanjikan Ance dari Surabaya, kepada saya telah tiba dikota Jember. Rencananya motor itu hanya untuk sekedar modar-mandir antara toko dan kontrakan tempat saya dan Ance tinggal. Selain itu juga motor tersebut akan digunakan untuk anter barang dengan jarak yang tidak begitu jauh. Namun selama saya masih berada dikota Jember motor tersebut tetap jadi pegangan saya untuk sehari-hari. Meski hanya motor Honda Vario lama tetapi bagi saya apa yang sudah diberikan Ance untuk saya sudah lebih dari cukup. Bahkan saya berjanji kepada Ance jika motor tiba saya akan menggunakan motor tersebut untuk Nganpas atau jadi Sales untuk menawarkan produk atau barang yang ada ditoko demi mempercepat cari pelanggan baik dekat maupun yang jauh. Pagi pukul 8.30 saya sidah siap-siap untuk berangkat menjadi sales dadakan demi kemajuan toko Ance sahabat saya. Saat hendak berangkat Cici Amelia bertanya kepada saya..."Nggak kepagian Sat, kamu nyeles hari ini" Tanya de...

Semakin Akrab Dengan Adinda & Andini

Selama mengontrak rumah dikota Jember saya terbiasa bangun pagi meski terkadang tidur agar larut, saya tetap membiasakan diri untuk bangun pagi. Pukul 6.00 pagi seperti biasa saya beberes rumah, seperti menyapu lantai dan mengepelnya jika terlalu kotor. Kebiasaan itu saya lakukan karena hitung-hitung olahraga pagi, karena selama dikota Jember saya tidak punya waktu untuk olahraga. Selain itu waktu saya harus ke Toko bersama Ance sekitar pukul 10 pagi, jadi tidak ada masalah bagi saya untuk bebena dirumah kontrakan. Setelah mandi dan badan terasa segar, sambil minum teh hangat manis saya hendak keluar beli sarapan. Namun secara tiba-tiba Ance pun terbangun dan memanggil saya..."Sat kiriman motor yang gue janjiin untuk luh masih harus menunggu seminggu lagi" Serunya. "Nggak masalah Nce santai saja, berarti sementara waktu gue bisa stay ditoko saja dulu sambil menata ruangan toko dan cari ide baru untuk pemasaran produk" Balas saya santai. Memang Ance ...

Namaku Dias

Hampir seminggu saya menempati rumah kontrakan dikota Jember bersama Ance serta istrinya Cici Amelia, meski Cici Amelia terkadang harus pulang ke Surabaya demi mengawasi beberapa toko yang ada dikota pahlawan tersebut. Jadi yang mengontrak seutuhnya cuma saya dan Ance, karena istri Ance sendiri hanya seminggu di Jember, Selebihnya ia harus balik lagi ke Surabaya, Bahkan nantinya Ancepun akan sama seperti istrinya. Yaitu bolak-balik Jember ~ Surabaya, jika keadaan toko sudah normal seperti toko-toko pada umumnya. Selama tinggal dirumah kontrakan seperti biasa, sayapun tak sunkan-sunkan untuk bergaul dilingkungan sekitar komplek tempat saya mengontrak, karena saya merasa nyaman dan betah dirumah yang saya sewa bersama Ance. Meski sempat mengalami kejadian yang sedikit menyebalkan namun pada akhirnya lucu dan sangat menarik bagi saya pribadi. Bahkan atas kejadian itu sayapun menjadi semakin akrab bersama pemilik kontrakan yaitu Adinda dan Andini. Kejadian itu bermula pada saat...

Mencari Rumah Kontrakan dikota Jember

Prumnas Pattrang Jember Akhirnya saya dan Ance bisa berhemat, dari sejak awal september sampai pertengahan Oktober selalu bolak-balik Jember ~ Surabaya. Saya dan Ance bolak-balik Jember~ Surabaya bukan tanpa alasan karena memang banyak sesuatu atau keperluan yang perlu disiapkan untuk membuka dua toko dikota Jember. Dari mulai mengurus kendaraan operasional untuk toko dikota Jember mau tidak mau Ance harus membawanya dari kota Surabaya ke Kota Jember. Dan suatu hal yang tidak mungkin untuk membeli kendaraan bekas atau baru di kota Jember. Karena kendaraan operasional toko tidak cukup 1 atau 2 mobil, minimal harus 6 kendaraan, 3 truk dan 3 lagi mobil box dan menyusul sepeda motor serta tetek bengek lainnya. Setelah berada di Jember saya dan Ance cukup puas melihat beberapa bangunan yang hampir selesai setidaknya bangunan yang sudah selesai bisa dijadikan untuk tempat tinggal untuk beberapa karyawan toko dan supir yang juga kami bawa dari Surabaya. Untuk sisanya saya dan A...

Dapat Uang Kembalian Lebih

Saya sudah bangun sejak jam setengah 5 Shubuh tadi, setelah dari masjid sayapun kembali lagi kerumah hanya untuk membuat teh lalu bersantai, karena hari masih terlalu pagi sedangkan untuk berangkat kekota Jember sekitar jam 8.30, itupun saya harus menunggu kabar dari Ance sahabat karib saya. Kota Surabaya nampak sejuk hari itu, karena saya numpang dirumah saudara jadi ada rasa sungkan kalau sudah bangun untuk tidur lagi. Sebenarnya saya enggan tinggal di Benowo Surabaya barat, berhubung saya ada bisnis di kota Surabaya akhirnya yaa saya bersilatuhrahmi kerumah saudara. Namun mereka berpikir lain, dia mengira saya butuh tumpangan untuk tinggal sementara. Padahal tanpa tinggal disitupun saya masih bisa tinggal dirumah sahabat saya Ance. Berhubung ia memaksa akhirnya saya menurutinya saja untuk beberapa minggu kedepan. Sebenarnya saya jenuh mondar-mandir Surabaya, Jember. Dengan jarak tempuh yang hampir 200KM jauhnya setara dengan Jakarta ~ Tasikmalaya. Cuma karena Ance bany...

Mantan Karyawan Yang Menjadi Bos Besar

Jam tujuh pagi saya sudah dibangunkan oleh istri saya, katanya seseorang telah menunggu saya ditoko. Setelah saya menanyakannya kembali pada sang istri seseorang itu tak lain adalah mantan karyawan saya yang bernama Liansee, atau lebih dikenal dengan sebutan Ance, blasteran Thionghua kalimantan dan jawa. Tiga tahun lebih ia bekerja ditoko saya sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk membuka usaha sendiri dikota Gresik dan Surabaya. Kedatangan Ance tidak lantas membuat saya senang atau kagum. Dan saya sudah berpikir paling kalau tidak meminjam uang pasti butuh tambahan modal untuk usaha. "Huuffs orang usaha lagi pada sepi nih orang ngapain jauh-jauh dari Surabaya cuma mau ketemu gue doang"... Pikir saya pagi itu. Sayapun kembali bertanya kepada istri saya, "Mah apa si Ance ada sesuatu hingga sepagi ini mau ketemu". "Nggak katanya cuma mau main dan kangen saja sama kamu dan sudah lama pula dia nggak Ke Jakarta dan Depok. Oiya dia sudah punya mobil ...

Mimpi Aneh Bertemu Dengan Teman Blogger

Postingan saya kali ini adalah tentang Mimpi? Dan mimpinya seperti pada judul diatas, yaitu bertemu dengan teman-teman blogger baik pria maupun wanita. Memang tidak ada yang aneh menurut saya, tetapi justru malah bikin saya tertawa.🤣 🤣 Tapi ini serius lho, bagi saya ini mimpi yang boleh dikatakan cukup panjang dari mimpi-mimpi saya lainnya yang saya alami. Karena mimpi ini menurut saya unik dan lucu makanya saya tulis pada blog ini. Nah, pastinya para blogger penasarankan berikut kisah mimpi saya dibawah ini.👇 Kejadian ini saya alami sekitar seminggu yang lalu tepatnya pada rabu malam kamis. Setelah berada dirumah pukul 20.00 dan tidak ada aktifitas yang begitu penting lagi, karena capek saya lebih memilih untuk tidur lebih cepat, pukul 21.00 akhirnya saya sudah terlelap dan bermimpi. Dalam mimpi tersebut saya dibuat merasa takjub karena teman blogger wanita saya yang bernama Ainun Isnaeni Kini telah memiliki perusahaan raksasa Google. Berhubung beliau sang direktur utam...

Jam G-Shock Yang Aneh

Gambar diatas adalah sebuah jam tangan bermerk G-Shock, Jam tersebut adalah hadiah dari sebuah perusahaan plastik Thin-wall kala saya berbelanja dalam jumlah besar. Tak hanya hadiah jam yang saya dapatkan tetapi sayapun mendapatkan potongan harga dari pabrik plastik pembuat Thin-wall tersebut. Setelah melunasi barang yang telah saya beli barulah jam G-Shock tersebut dikirimkan kerumah saya selang dua hari kemudian. Hadiah jam yang saya dapatkan dari sebuah perusahaan plastik Thin-wall ada dua buah yang satu berlist merah dan satunya lagi berlist hijau putih. Sayapun nampak riang gembira, Jika dulu sewaktu masih sekolah atau kuliah saya sangat senang mendapatkan hadiah sebuah jam tangan. Namun jika tidak mendapatkannya saya akan membeli jam tangan tersebut. Bahkan dalam setahun saya bisa tiga kali membeli sebuah jam tangan. Jadi semasa sekolah tak heran jika saya dijuluki seorang pemburu jam tangan atau seorang kolektor jam dari berbagai merk baik yang murah hingga yang harganya...