Keberadaan saya dikota Jember akan berakhir suka tidak suka, enak atau tidaknya saya tetap konsisten dengan perjanjian yang telah saya buat sendiri kepada Ance bahwa saya akan pulang ke Jakarta sebelum natal dan tahun baru. Kalau boleh jujur sayapun berat meninggalkan kota Jember, tetapi bukan karena Andini dan Adinda, tetapi karena selama saya berada dikota Jember jarang saya mendapatkan masalah atau hal yang membebankan pada diri saya. Semuanya berjalan lancar tanpa kendala, bahkan banyak pula bonus kesenangan yang saya dapat selama berada dikota Jember. Dan apapun yang terjadi, sesuatu akan tetap ada akhirnya. Sayapun juga tak ingin terlena terus oleh keadaan dikota Jember, karena jika berpikir seperti itu terus bisa membuat saya menjadi bimbang untuk pulang ke Jakarta. Jadi sebelum mendekati hari H, saya sudah menyiapkan semuanya jauh-jauh hari. Bahkan oleh-oleh khas jember seperti makanan ringan dan hal lainnya sudah saya kirim lebih dulu ke Jakarta sebelum kepulangan sa...