Sunday, 29 March 2020

March 29, 2020

Cerpen : Tabir Asmara Jingga



~CERITA INI HANYA FIKTIP & BUALAN BELAKA

UNTUK 90 TAHUN+++~


Hampir sembilan tahun telah berlalu usia perkawinan Vina, Dan selama tiga tahun berjalan Vina tak pernah lagi merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Seolah ia hidup seorang diri dan tak pernah ada seorangpun yang mengerti keinginan hati serta jiwanya. Berawal dari sang suami yang tak pernah pulang, Hingga terkadang lupa memberi nafkah dirinya serta anak semata wayangnya. Vinapun mencoba sabar dengan semua itu bahkan sebagai seorang wanita yang punya pendidikan cukup Vinapun mencoba mencari kerja sampingan dari berjualan produk kosmetik hingga bisnis dor to dor semua produk, Layaknya seorang sales.

Namun apapun yang Vina usahakan tak pernah membuat hati sang suaminya berubah, Bahkan suaminya yang bernama Dahlan berani meminta uang dari hasil kerjanya dengan alasan yang bermacam-macam. Bagai sudah jatuh tertiban tangga pula, Itulah yang selalu Vina alami. Sebagai wanita yang tegar Vinapun mencoba berbicara dari hati kehati kepada Dahlan sang suami, Namun pada kenyataanya selalu saja tetap tak pernah ada titik temu dari semuanya.

Hingga pada suatu hari Vina melihat Dahlan dengan terang-terangan membawa seorang wanita kerumah yang selalu ia tempati. Sebagai seorang istri yang berusaha setia Vinapun mulai tak kuat dengan mahligai rumah tangganya yang mulai retak, Telah sejak lama ia bina hingga menghadirkan seorang anak. Namun semuanya seolah berubah bah sebuah Neraka panas. Tak kuat menahan siksa bhatinnya Vinapun pergi kerumah orang tuanya dengan membawa anak semata wayangnya. Meski posisinya yang kian terpuruk iapun mencoba tegar kembali, Dan selalu mencoba memasukan surat lamaran kerja pada semua perusahaan. Apapun pekerjaan ia lakukan demi anak semata wayangnya serta orang tuanya. Karena Vina tak ingin dibilang anak yang hidup mengandalkan uang pemberian orang tuanya.


~~💔💔💔~~


Sebulan telah berlalu Vinapun mendapat surat panggilan kerja disebuah perusahaan BUMN. Iapun bersyukur, Meski kehidupan rumah tangganya kian tergantung tanpa ada kejelasannya. Tanpa menunggu lama pagi itu setelah berhias diri Vinapun siap berangkat ke Kota Jakarta untuk training sebagai karyawan baru. Meski harus mengalami perpisahan dengan anak serta orang tuanya mau tak mau Vinapun harus tetap ikhlas dan tak menyia-nyiakan kesempatan dari sebuah pekerjaan. Meski ia harus meninggalkan kota kelahirannya, Yaitu Kota Solo.

Sampai di kota Jakarta setelah mendapatkan kontrakan murah Vinapun mencoba mengingat-ingat teman sekolahnya dulu sewaktu dikota solo. Karena sekarang ia berada di Jakarta dan juga sudah bekerja sebagai pegawai BUMN, Vinapun berharap agar bisa bertemu dengannya, syukur-syukur ia bisa membantu dirinya yang juga akan training pada perusahaan yang sama. Karena meski sudah lima tahun tetapi Vina masih menyimpan nomor WA mantan kekasihnya sewaktu SMA, Iapun mencoba mengirim pesan Chatting melalui ponselnya.

"Mas Satria, aku akan ikut training di kantor pusat. Aku mendapat promosi jabatan dari cabang Jateng. Kalau boleh aku besok menemui mas di kantor. Vina,” demikian bunyi pesan WA tersebut.

Satria tersentak kaget. Vina? Bahkan hampir tak percaya kalau Vina mengirim pesan WA secara mendadak, Yaa Vina gadis cantik yang pernah menjadi kekasihnya, ketika dulu masih di SMA di kota Solo ? Lalu, Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah masih cantik seperti dulu ? Khayal Satria.

Dugaan Satria ternyata benar. Keesokan hari yang datang menemuinya adalah Vina, biasa dipanggil "Vivin" Meski dulu adik kelasnya Satria sewaktu di SMA, Satria kelas 3 dan Vina kelas 1. Dan setelah tamat kuliah di Yogya, Kami berpisah hingga kini berjumpa kembali dalam satu perusahaan yang sama.

Bagi Satria, kendati usia Vina sudah kepala 3, tapi penampilannya tidak banyak berubah. Tampilan fisiknya masih cantik, Tubuhnya padat berisi, berwajah agak indo dan kulitnya putih mulus. Tak hanya itu saja, Bagi Satria Vina memang gadis idaman, Ketika pertama kali mengenal apa yang disebut asmara. Dan karna Vina pula Satria lebih betah ditempat kerjanya ketimbang mengurus anak dan istrinya dirumah.

Selain itu, Kehadiran Vina membangkitkan kenangan masa lalu. Kerinduan terpendam, seakan kembali bangkit dan menghanyutkan jiwa raganya, Satria dapat melihat dari bahasa tubuhnya, tampaknya Vina juga memendam perasaan yang sama. Satria tahu, dilubuk hatinya paling dalam, Vinapun merindukan Satria. Beberapa kali Satria pandangi bola matanya yang indah, Vinapun balas menatap Satria dengan malu-malu. Namun karena di kantor, sebisa mungkin keduanya berusaha menjaga sikap.

Keduanya pun larut dalam obrolan panjang lebar, Terutama mengenai pelatihan yang akan diikuti Vina selama 1 bulan di Jakarta. Dan tak terasa, hari sudah sore menjelang malam. Karena Vina datang ke kantor Satria dengan taksi, Maka Satriapun menyatakan siap mengantarnya pulang, dan Vinapun langsung mengiyakannya.

Seiring waktu yang terus berjalan. Pukul 19.30 Satria dan Vina meninggalkan kantor, Keduanya menuju kawasan Cinere, Dimana tempat Vina mengontrak rumah untuk sementara. Di perjalanan, Obrolan Keduanya makin berkembang. Mungkin karena sudah merasa akrab, Vina jadi berani menceritakan soal diri dan keluarganya.

"Aku menikah dengan pria pilihan orang tuaku mas. Dan aku sudah memiliki 1 orang putera yang masih kecil. Tapi, Hubunganku dengan suami sudah tak harmonis, sejak ia sering membawa wanita lain kerumah bahkan ia akan mengawininya lagi. Memang, kami masih serumah, tapi ... Ya gitulah"...Kata Vina seraya menarik nafas panjang.

Kegetiran terlihat menghiasi wajah Vina. Entah kenapa, Satria spontan merasa iba, Seakan Satria ingin mengobati luka dihati Vina. Hingga akhirnya Satria memperlambat laju kendaraannya, Kemudian tanpa ragu Satria meraih tangan Vina dan meremas jari-jari tangannya, Yang halus mulus. Vina hanya bisa diam, Saat Satria kembali mendaratkan kecupan di pipinya. Alunan lagu terus terdengar dari tape mobil Satria, Sebuah lagu “My Broken Souvenir” Dari kaset cd yang semakin syahdu membangkitkan kenangan lama keduanya.

Agaknya, Keduanya sudah tak dapat menyembunyikan kerinduan masing-masing. Karena itu, Sepanjang keduanya terus bermesraan. Bukan hanya jari jemari yang bermain, Tetapi ciuman Satria mulai merapak ke wilayah mata, Leher, dan juga bibirnya. Sedangkan tangan Satria juga mulai nakal, merapak ke paha Vina yang hanya dibalut dengan rok mini. Satria terus mengelus-elus paha dan betis mulusnya Vina yang jenjang. Dan,....Vina seakan menikmati permainan ini. Seolah semua rasa yang pernah dirasakan 15 tahun silam saat masih di SMA terulang kembali. Namun, sayangnya tak lama lagi keduanya hampir tiba ditujuan, Gejolak asmara yang kian mendidih terpaksa sementara mereka tunda dahulu.

Keesokan harinya, Sekitar pukul 09.00 ada Pesan WA masuk ke ponsel Satria, Dari Vina.... “Ternyata Mas Satria masih gagah seperti dulu.. “I miss U, Mas Satria....Vina".

Demikian pesan WA singkat itu. Satriapun balas pesan chat WA dari Vina, Ia juga mengatakan.... "Dearest Vina, Thank you for your massage this morning. It make me fresh and happy"...Demikian pesan WA yang kukirim ke Vina.

Sejak itu pula, Keduanya selalu telpon-telponan. Dari sekedar bercanda, hingga saling curhat. Sesekali Satria menggodanya dengan jurus-jurus rayuan maut. Tapi, sebaliknya, Vina justru balik menggoda Satria dengan kata-kata yang merangsang kelaki-lakiannya.


~~💔💔💔~~


Seminggu menjelang akhir masa pelatihan, Vina minta bertemu 4 mata, Dan tempatnya bukan di kantor. Akhirnya Satria menyanggupi permintaan Vina, Waktunya hari Sabtu karena hari libur dan tempatnya di salah satu hotel di bilangan Senayan. Nah.. pada hari itu, sambil ditemani segelas minuman ringan, kutunggu kehadiran Vina di restoran hotel itu. Dan tepat pukul 10.30, Vina muncul di hadapan Satria. Ia memakai baju santai, kemeja warna pink, Dipadu rok warna gelap sebatas lutut. Sedikit polesan make up menghias wajahnya sehingga kecantikannya tampak alami. Satria makin terpesona memandangnya.

"Apa kabar, Mas ? I miss you, I loving you. Aku tresno karo mas Satria"....🤯🤯 Suara lembut Vina membuyarkan lamunan Satria. Bersamaan dengan itu, Cup… cup.... cup, Ciuman mendarat di pipi kanan dan kiri, dan berakhir di bibir Satria.

“Kamu cantik, sayangku. “U always in my mind and my heart,”.....Seru Satria.

Mendengar pujian Satria, Vina tersipu, Dan langsung duduk di samping Satria. Ia kemudian memesan juice melon, Lalu keduanya ngobrol dengan penuh mesra. Meskipun demikian, pandangan mata dan bahasa tubuh keduanya seakan tak bisa menyembunyikan gejolak bathin yang kian membara.

"Ke kamar, yuk. I love U so much,"....Bisik Satria, Ajakannya ternyata bersambut kerlingan mata nan menggoda dari Vina, Dengan bergandengan tangan kedua melangkah menuju kamar. Tapi setiba di kamar, Vina tampak agak gugup. Mungkin ada rasa bersalah, karena ia telah berkhianat pada suaminya, Atau....Satria tak tahu. Karena itu, Ia sengaja tidak menyinggung persoalan keluarganya. Bagi Satria, Yang penting happy bersama Vina.

Untuk mencairkan suasana, Satria memutar CD lagu-lagu nostalgia, Yang sempat hit disaat dulu masih di SMA, Dan setelah mengambil minuman kaleng, Satria kembali menuntun Vina untuk duduk disofa, di samping tempat tidur. Dengan obrolan ringan diselingi canda ria, Suasana pun mencair.Dan setelah Vina tampak sudah bisa bersikap santai, Barulah Satria mulai menyentuh tangannya. Awalnya, Vina tidak bereaksi, Tapi lama kelamaan ia pun melakukan hal yang sama. Kini Satria semakin agresif. Ku cium rambutnya, Lalu merambat ke dahi, Pipi, Bibir hingga ke berbagai bagian tubuhnya. Vina juga tak kalah agresifnya. Ia membalas cumbuan Satria, Sehingga tanpa sadar keduanya sudah di atas ranjang dengan penuh gairah.

Meski begitu, Satria tidak ingin segera menuntaskan permainan ini. Satria ingin memberikan sesuatu yang surprise untuk Vina, karena itu sengaja mengulur-ulur tempo permainan. Sebagai bukti kerinduan padanya, Satria ingin menciptakan pengalaman bercinta yang indah untuk Vina.

Lalu Satria ambil CD koleksi lagu-lagu lama yang bernada syahdu. Dengan iringan lagu “Love Me Tender,”....Satria peluk tubuh Vina dan mengajak dia berdansa, tentu dengan baju yang sudah acak-acakan. Sambil berdansa, Satria terus menciumi leher Vina, Hinggga terus melumat bibir Vina, Tak hanya itu tangan Satria terus bergerilya. Keduanya semakin larut dalam percintaan, hingga tanpa sadar, kami berdansa sudah dalam keadaan tanpa busana.

Tarikan nafas Vina, kian memburu, Ia semakin agresif mencumbu Satria. Tetapi, Satria tetap mengulur waktu, Biar foreplaynya lebih mantap. Ini semata-mata agar Vina dapat merasakan kepuasan yang prima. Setelah gelora asmara kian membludak tak terkendali, Satria kembali menuntun Vina ke atas ranjang, Vina tampak sangat menikmati permainan cinta bersama Satria. Dan rasa nikmat dan bahagia juga merayap ke seluruh tubuhnya. Satria bangga karena ia sudah memberikan sesuatu yang terbaik untuk Vina.

Hari itu, Vina dan Satria melakukan adegan percintaan hingga dua babak. Dengan berbagai pose, keduanya melakukan eksplorasi demi mendapatkan kenikmatan yang maksimal. Vina dengan wajah berbinar-binar mengaku sangat puas, dan berharap dapat mengulang kembali permainan ini sebelum ia kembali ke Solo.


~~ 💔💔💔 ~~


Sejak kejadian di hotel itu, Hubungan Satria dengan Vina semakin intim. Keduanya selalu berhubungan baik melalui telepon mau pun dengan mengirim pesan WA. Weekend menjadi saat-saat indah bagi Vina dan Satria, Karena pada akhir pekan waktu untuk berduaan relatif lebih panjang. Memang, Satria terpaksa harus mencari-cari alasan agar isterinya tidak curiga dengan keseringan dirinya pergi setiap akhir pekan. Dari adanya tugas kantor yang tak dapat ditunda sehingga harus kerja lembur, Memenuhi ajakan teman memancing di laut, Melayani entertaint mitra bisnis, Hingga membesuk kawan lama yang sakit di luar kota, Dan sebagainya. Semua itu hanya alasan Satria saja agar isterinya tidak curiga dengan kepergiannya dari rumah pada hari-hari libur.

Meski pada kenyataannya semua demi untuk bertemu dengan Vina, Agar dapat memadu asmara yang dari hari ke hari kian membara bagi Satria. Vina sendiri pun tampak semakin lengket dengan Satria, Seakan ia telah lupa akan keluarganya yang menunggu di Solo Jawa Tengah. Bahkan setelah masa pelatihan training berakhir, Ia tidak segera kembali ke tempat tugasnya di Jawa Tengah, Melainkan dengan berbagai alasan Vina tetap bertahan di Jakarta, konon karena masih ada beberapa urusan harus diselesaikan di ibukota.

Pada Satria, Vina mengaku bahwa pertemuannya dengan dirinya telah membangkitkan kembali gairah hidupnya. Tak heran dalam hubungan cinta, Vina cenderung lebih agresif, dibanding dengan Satria. Ia tak segan-segan yang lebih dulu menyambangiku untuk pergi berduaan seusai jam kerja.

Sore itu saat Satria sedang merapikan meja untuk bersiap-siap pulang, Tiba-tiba ada pesan WA masuk ke ponselnya.

"Darling, Are you ready to go home now ? I like dinner with you to night. Vina"....Demikian bunyi pesan WA tersebut. Ajakannya.

Dan semua itu tentu langsung membuat hati Satria gembira..."OK, Wait mefew minutes, I’ll meet you at the reception desk,"...Balasnya juga, Melalui pesan WAnya.

Bagi Vina dan Satria, makan malam hanyalah kamuflase belaka. Karena sebenarnya di balik itu yang ada hanyalah hasrat untuk saling berdekatan dan melakukan lebih jauh yang tak perlu harus diucap. Terus terang, Satria sendiri heran, Mengapa ia dan Vina kini semakin jauh terperosok ke dalam perangkap asmara jingga yang terlarang. Vina sendiri mengaku, hanya pada Satria ia memperoleh sesuatu yang sangat sensaional.

"Mas Satria, Aku sendiri heran, Kok hanya denganmu aku menemukan sesuatu yang sensasional. Apakah ini karena cinta, Atau lebih merupakan luapan nafsu yang tertunda penyalurannya"...Tanya Vina seraya menyenderkan badannya ke dada Satria sesaat setelah keduanya masuk kamar hotel.

Vina mengakui, Ia sangat kagum pada Satria, Dan juga ia kagum pada pola “permainnya” yang selalu mampu mengantarkannya kepuncak kenikmatan yang tiada tara.

"Mas Satria, Selama ini aku belum merasakan indahnya percintaan, Selain bersamamu mas, Kamu belajar sama siapa, sih ?".... Tanya Vina manja sambil mencubit pahaku saat kami berduaan di mobil.

"Vin, kendati akhirnya kita tidak berjodoh, Tidak jadi suami isteri, Namun hingga kini kamu tetap menjadi sumber inspirasi bagiku. Termasuk dalam soal bercinta. Kamu mungkin masih ingat, Bagaimana kita berpacaran semasa masih di SMA. Kamu kan selalu memutar lagu-lagu Jazz dan klasik sebelum kita bercumbu di kamarmu, Agar “kesibukan” kita tidak terdengar orang lain, Kata Satria sambil mendaratkan ciuman mesra dipipi Vina.

"Vin, Selama denganmu aku seakan menemukan sumber tenaga ekstra, yang membuat hidupku lebih bergairah. Aku sendiri heran, Mengapa hanya denganmu aku bisa bermain hingga 4 babak. Sayangnya, kenikmatan ini terpaksa kita reguk diluar kewajaran karena takdir tidak mempertemukan menjadikan kita suami isteri."

Tapi, kenikmatan yang Satria hirup bersama Vina tampak bakal segera berakhir. Saat hubungan kami memasuki bulan ke 6, Ada sesuatu yang aneh yang terlontar dalam pesan WA yang disampaikan Vina. Ia menanyakan golongan darah Satria.

"Mas Satria, Sepertinya aku hamil. Aku perlu tahu golongan darahmu mas, Karena sejak pertemuan kita 6 bulan silam, aku tak pernah lagi berhubungan badan dengan suami"..

Demikian bunyi pesan WA itu. Satriapun tersentak kaget membaca pesan WA tersebut. Pikirannya kosong melayang, Karena terbayang sebuah masalah yang amat pelik menghadap di depannya. Sudah puluhan wanita yang berkencan dengannya, Tak seorang pun yang mengaku hamil. Tapi... kini, Vina, kekasihku disaat remaja, Orang yang pertama kali mengenalkanku pada cinta mengaku hamil. Sebenarnya, hati kecil Satria merasa senang dan bangga, Karena benih yang kutaburkan ternyata mekar di lahan yang aku dambakan. Tapi... bagaimana dengan isteriku, Anak-anakku, Karirku, Serta suami dan anak-anak Vina.

Oh... Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Satria. Dirinya dihadapkan pada situasi yang dilematis. Satria memang mencintai Vina, Cintanya sangat tulus dan tak berubah sejak dulu. Tapi Satria juga menyayangi isterinya, Dan anak-anaknya.

Dengan kejadian ini, Vina memang tidak bersikap aneh, Atau macam-macam. Ia tidak menuntut apa-apa. Bahkan sebaliknya, Ia justru menyarankan agar dirinya bersikap tenang.

"Mas Satria, Tenang saja, Biar aku yang menghadapi dan menyelesaikannya. Sebaiknya, untuk sementara Mas Satria tidak menghubungi aku dulu yaa"....kata Vina via telepon.

Tapi, Anjuran Vina ini, Justru membuat Satria semakin penasaran. Karena ia perlu kejelasan dan kepastian. Satria berusaha menghubungi Vina melalui ponselnya, Tetapi selalu tidak aktif.Tak hanya itu Satria coba menghubungi melalui telepon kantor, Tapi menurut rekannya sekantornya, Vina sedang cuti selama sebulan, Dan ia juga tidak tahu kemana Vina pergi selama menjalani cuti. Akhirnya Satria memberanikan diri menghubunginya melalui telepon rumahnya, Akan tetapi juga tidak memuaskan. Orang di rumahnya hanya mengatakan bahwa Vina sedang pergi ke desa, Menemui ke dua orang tuanya yang sudah sepuh.

Baru setelah sebulan kemudian, Vina kembali menelpon Satria. Tapi, nada suaranya sudah berubah, Tidak penuh gairah seperti dulu. Saat itu juga kutanyakan soal kehamilannya.

"Aku keguguran, Mas,"... Jawabnya singkat. Ini gara-gara aku jatuh terpeleset saat di desa aku meniti pematang sawah yang licin . Jawabannya memang membuatku sedikit lega, Akan tetapi tak menghilangkan rasa penasaranku untuk bertemu dengannya kembali.

"Vin, minggu depan aku akan bertugas ke Jawa Tengah. Dan aku ingin bertemu denganmu,”....kata Satria.

Akhirnya seminggu kemudian, Satria datang menemui Vina, Disebuah hotel di kota Semarang. Tapi, Suasananya sudah berubah. Vina sudah tidak sehangat dulu. Kasus kehamilan tampak telah menyadarkannya, Sehingga ia menjaga jarak dengan Satria. Dan mulai saat itu, Hubungan kami merenggang, Meski tetap berhubungan baik melalui telepon mau pun dengan berkirim via WA.

“Mas Satria, I just realised, how lucky I am. Bagiku kenangan yang terindah adalah bersama denganmu mas Satria. Aku tak mungkin melupakannya. Tapi, Now just only sweet memory.Life must go on. Be survive !”.....Tulis pesan WA dari Vina.

Membaca pesan WA singkat itu, Satria terharu, Ada rasa lega, Namun bercampur penyesalan. Meski Vina telah memberikan solusi elegan yang menyadarkan dirinya akan makna hubungan kami selama ini. Sepenggal pesan WA pun aku kirimkan kembali padanya.

"Vina, Dikau akan terukir selamanya dihatiku. Karena sejatinya engkau belahan jiwaku,,My Soulmate....Meski jiwa Satria berharap ingin memiliki dirimu seutuhnya, Dalam sebuah jenjang pernikahan abadi tetapi asmara jingga yang kita taburkan sekian lama selalu saja terhalang dinding pemisah yang begitu kokoh untuk kita hancurkan meski bersama. Biarlah orang menilai hubungan kita hanya sebatas ttm, Tetapi kau tetap idaman hatiku".




Cerita By : Vina Alfonita


Bagi Anda Pria & Wanita Yang Sudah Menikah,, Membaca Cerita Diatas Sampai Habis, Apa Solusi Anda, Jika Posisi Seperti Cerita Diatas Anda yang Mengalaminya.

Baik Apapun Menurut Anda, Silahkan berbagi pada kolom komentar dibawah ini



~~ THE ~ END ~~

Friday, 27 March 2020

March 27, 2020

Kisah Kesabaran Seorang Istri & Mertua Bijaksana



Kali ini saya akan mengulas tentang suka duka pasangan dalan mengarungi bahtera rumah tangga, Karena tidak semua kehidupan orang dalam berumah tangga selalu berjalan dengan mulus. Terkadang ada saja masalah-masalah yang bisa memicu pertengkaran dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Nah sepert apa berikut kisah dibawah ini yang mungkin bisa jadi pelajaran hidup buat anda.

Suatu pagi Adam ke rumah ibunya dan mengambil makanan.

Ibu: Adam, kenapa kamu makan disini? Istrimu nggak masak?

Adam: Masak.

Ibu: Lalu?

Adam: Biarlah, aku mau makan di sini, malas aku makan di rumah.

Ibu: Kenapa? Kamu ada masalah dengan istrimu?

Adam: Iya Bu, dia seharian dirumah nggak ngapa-ngapain, aku yang capek pulang dari kantor tapi dia ngeluh capek.

Ibu: Memang dia selalu ngeluh?

Adam: Nggak sih Bu, akhir-akhir ini saja, tapi kan dia nggak aku suruh kerja di luar, cuma di rumah aja, jagain anak.

Kemudian Ibu menelpon istrinya dan kembali ke meja makan menemui Adam yang sedang makan.

Adam: Ibu sudah memarahinya?

Ibu: Iyaa...

Keesokan harinya Adam pulang sore hari. Dia melihat anaknya masih memakai baju tidur sambil main di lumpur depan rumah, yang satu tiduran di lumpur dan yang 1 lagi hampir saja tercebur ke got samping rumah. Dia lalu membawa anaknya masuk, sesampainya dirumah dia melihat banyak sekali kotoran ayam berserakan di dalam rumah.

Belum lagi rumah dan isi lemari sudah habis berserakan dibongkar anaknya tadi. Kaset kaset berserakan di lantai, bedak sudah bercampur dengan pasir di depan ruang TV. Lalu ia hendak ke kamar mandi memandikan anaknya, sampai di kamar mandi dia melihat air sudah membanjiri lantai sabun dan sikat gigi semua berserakan.

Isi kulkas sudah bercampur aduk. Adam makin emosi ketika melihat di tudung makan tidak ada apa-apa, tidak ada nasi atau yang lain yang bisa dimakan. Bahkan piring bekas kemaren masih berserakan di atas meja makan, susu anak pun sudah habis dan beerapa tumpah berserakan.

Baju pun masih menumpuk di kamar mandi...Rumah seperti kapal pecah.

Lalu dia kekamar dan mendapati istrinya sedang berbaring sambil mendengarkan musik memakai earphone dan ngemil sembari membalas chat di sosial media melalu smartphone-nya.

Amarah Adam akhirnya memuncak. Dia membawa kedua anaknya ke rumah ibunya dan hendak memberitahukan perilaku istrinya. Ketika sampai dirumah, ibunya menyambutnya dengan senyuman, namun Adam sudah penuh dengan amarah.

Akan tetapi Saat Adam ingin memulai berbicara, ibunya menyela dan berkata,,....."Iya nak, Ibu sudah tau, Ibu yang menyuruh dia untuk membiarkan semuanya berantakan."

"Ibu yang menyuruh dia untuk diam tanpa mengerjakan apapun"..

"Tidak memasak, tidak menyapu, tidak mencuci pakaian, tidak mencuci piring, tidak menjaga anakmu, dan tidak mengurus rumah"..

"Ibu juga menyuruhnya agar diam saja tanpa melakukan apa pun."

"Lalu bagaimana menurutmu?"....Tanya sang ibu kepada Adam anaknya, Iapun bicara kembali.

"Apakah ada yang mengurus anakmu jika istri mu hanya diam?"

"Apa ada yang memasak makanan untukmu jika istrimu hanya diam?"

"Apa ada yang mengurus pakaianmu dan anak-anakmu jika istrimu hanya diam?"

"Apa ada yang mengutus rumahmu jika istrimu hanya diam?"

"Apa ada yang menjaga anakmu untuk tidak membongkar semua isi lemari?"

"Untuk tidak membongkar isi kulkas?"

"Untuk tidak keluar rumah dan bermain lumpur?"

"Menjaga mereka agar tidak masuk ke got?"

"Agar mereka tidak menabur bedak di lantai, membawa pasir masuk ke dalam rumah, mencoret-coret dinding dan lain sebagainya?"

"Apa ada yang mengurus itu semua jika istrimu hanya diam di rumah?"

"Jika kamu bisa memilih apa kamu mau menjadi seorang istri yang hanya 'diam' di rumah?"

"Ibu rasa istrimu juga bisa mencari uang pergi ke kantor, bekerja dan pulang sore, tapi apa kamu bisa 'diam' di rumah seperti istrimu yang kamu anggap hanya diam di rumah?"

"Jangankan 24 jam mengurus anak, 10 menit saja disuruh nemenin anak main sebentar kamu nggak betah karena anakmu bandel, kamu capek kejar sana kejar sini, lalu apa kamu masih menganggap istrimu itu hanya diam di rumah?"

"Apa istrimu tidak pantas untuk mengeluh capek walau hanya sekali saja?"

"Apa hanya kamu yang lelah?"

"Dan apa sekarang kamu mau bertanya kenapa istrimu sudah tidak secantik dulu?"

"Apa kamu mau bertanya juga kenapa payudara istrimu kendor?

"Apa kamu mau bertanya juga kenapa istrimu nggak pernah dandan?"

"Kenapa istrimu nggak secantik wanita-wanita di luar sana?"

"Biar ibu kasih tahu,, Dan agar kau tahu juga".

"Jangan pernah kamu bandingkan kecantikan istrimu dgengan wanita muda di luar sana, karena istrimu sudah mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk mengabdi padamu."

"Jangan pernah bandingkan payudara istrimu dengan payudara wanita muda di luar sana yang masih kencang tegak menantang."

"Karena istrimu rela bentuk badannya berubah demi anak-anakmu mendapatkan ASI yg manfaatnya tidak bisa kau beli dengan uang sebanyak apa pun."

"Jangan pernah kamu bandingkan istrimu dengan wanita muda di luar sana yang terawat."

"Karena istrimu sudah menumpahkan segala waktunya untuk merawat anak-anakmu dan mengurus rumah tanggamu, Jangankan ke salon, pakai lipstik saja boro-boro, harga lipstik mahal."

"Cukup untuk beli susu anak."

"Pas mau dandan anakmu menjerit karena jatuh dari atas meja, Entah apa yang dilakukan anakmu di atas meja, Semua di panjat nya, lemari, kulkas, dll."

"kamu pikir istrimu sempat bergaya dan bagaimana dengan kamu?"

"Apa kamu pernah berinisiatif menjaga anakmu sebentar agar istrimu bisa ke salon melakukan perawatan?"

"Atau apa kamu mau sekedar membantunya menjemurkan kain saat pinggangnya sudah serasa hampir patah habis nyuci segerobak?"

"Dan apa pernah kamu tanya dia sudah makan atau belum?"

"Dia capek perlu dipijit atau tidak?"

"Hanya dia yang bertanya seperti itu padamu,, Walaupun dia ingin sekali kamu tanya demikian."

Mendengar nasehat dari ibunya Adam tertegun, terdiam sambil melihat kedua anak nya yang dalam waktu sebentar sudah berhasil membuat rumah nenek mereka menjadi lapangan bola.

Semua benda berjatuhan terkena tendangan bola, karena tidak ada yang mengawasi selama Ibu menasehati Adam.

Dia baru sadar bahwa jerih payah seorang istri tak bisa dibayar dengan apapun, perjuangan seorang istri tak tergantikan oleh apapun.

Tak ada yang mampu setegar dan sehebat seorang istri.

Air matanya hampir menetes jika teringat saat dia pulang kantor, dia membangunkan istrinya yang baru terlelap untuk membuatkan secangkir teh.

Walaupun mungkin istrinya lelah dan mengantuk, dia tetap bangun dengan ceria dan membuatkan teh untuk suaminya yang tidak tahu kelelahannya.

Adam ingin kembali ke rumah untuk meminta maaf kepada istrinya dan saat dia membuka pintu....Dia melihat istrinya sudah ada di depan pintu dan langsung memeluknya.

Istrinya juga menangis...

"Maafkan aku sayang".... kata Adam sambil menangis. Dan juga balas membelai-belai rambut istrinya.




Artikel Ini Telah Tayang Di Intisari.Grid.Id


~ SEMOGA ~ BERMANFAAT ~

Sunday, 15 March 2020

March 15, 2020

Ingaat!!..Guyonan Berlebih Bisa Berdampak Katagori Berita Hoaxs



Sejak maraknya Virus Corona dinegara kita ini banyak kejadian-kejadian yang menyebabkan orang berspekulasi, Tak hanya itu saja harga maskerpun melojak naik, Dengan alasan langkah karena banyak orang yang membutuhkan secara serentak. Bahkan berita-berita yang belum tentu kebenarannya pun bertebaran didunia maya serta medsos. Baik berita serius, Berita guyonan Hingga berita hoaxs yang semakin menjadi.

Nah dibawah ini saya akan mengulas tentang sebuah berita tetapi sebenarnya Guyonan, Dan menyikapi hal ini. Bahwa sekarang membuat berita Guyonan tak jauh berbeda dengan menyebar berita hoaxs. Berikut dibawah ini.

Kabar hoaks kerap dibungkus dengan berbagai macam bentuk, baik tulisan, foto, dan gambar. Bahkan konten yang bertujuan sebagai bahan lelucon pun bisa masuk kategori hoaks. Dalam artikel "Fake news. It’s complicated" yang dimuat situs firstdraftnews.org ada tujuh jenis disinfromasi dan misinformasi, salah satunya adalah satire atau parodi.

"Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran," kata situs tersebut.

Fakta pun pernah menelusuri kabar viral guyonan yang mengarah pada konten hoaks, dengan judul artikel "Cek Fakta: Setelah Corona Muncul Virus Zika? Itu Guyonan yang Tak Lucu". Kabar tersebut mengklaim ada virus baru yang lebih ganas dari Virus Corona, yaitu Virus Zika.

Berikut isi klaim tersebut.

"Hati2 dan waspadalah...!!Belum selesai persoalan Corona Virus...sekarang muncul lagi virus baru yaitu :" VIRUS ZIKA"Di sinyalir virus Zika lebih ganas daripada Corona Virus .Kepada dulur2 harap berhati-hati... benar2 jaga kesehatan...Virus Zika sudah Sampai Lampung, Jakarta , Bandung , Surabaya, Bali dan tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.Hal ini bisa menjadi endemi yg meresahkan masyarakat.

Ciri2 penyakit ZIKA :- kepala terasa pusing cenut-cenut- mudah marah/emosi- demam, dan kluar kringet dingin- uring-uringan/gelisah.

Penyakit ZIKA cepat berkembang apabila:1.ZIKA ditagih hutang2.ZIKA ditagih kreditan3.ZIKA dompet kosong4.ZIKA tanggal tua5.ZIKA perut lapar.

Maka waspadalah......ZIKA tertular pada anda... Jangan terlalu serius dalam peristiwa hidup selamat membaca..."

Kesimpulan hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dari klaim tersebut masuk dalam kategori disinformasi, sebab informasi yang disebarkan bisa mengecoh pembacanya, terutama mereka yang tak membacanya hingga akhir.

Artikel firstdraftnews.org juga menyebut:

"We certainly should worry about people (including journalists) unwittingly sharing misinformation, but far more concerning are the systematic disinformation campaigns. Previous attempts to influence public opinion relied on ‘one-to-many’ broadcast technologies but, social networks allow ‘atoms’ of propaganda to be directly targeted at users who are more likely to accept and share a particular message. Once they inadvertently share a misleading or fabricated article, image, video or meme, the next person who sees it in their social feed probably trusts the original poster, and goes on to share it themselves. These ‘atoms’ then rocket through the information ecosystem at high speed powered by trusted peer-to-peer networks.

This is far more worrying than fake news sites created by profit driven Macedonian teenagers."

Dalam artikel ini mengungkapkan, perang informasi menimbulkan kekhawatiran, artikel, gambar, video atau meme yang menyesatkan atau dibuat-buat, yang disebar kemudian dipercaya dan disebar kembali sangat berbahaya. Nah mulai hari ini bagi anda yang hobi berguyon kalau bisa jangan berlebih-lebihan, Terutama dimedsos atau sejenisnya.



By : Liputan6.com


~ SEMOGA ~ BERMANFAAT ~