Saturday, 23 March 2019

March 23, 2019

Tips Agar Terhindar Dari Penyakit Dikala Musim Penghujan


Ilustrasi By : Pixabay


Biarkanlah hujan turun membasahi bumi, Atau malam yang tiada bersinar rembulan namun jangan kau biarkan kuseorang diri. 😂😂...Eeh malam nyanyi gw haahaaa!! PA.😱

Yaa kali ini saya akan membahas Hujan. Namun bukan untuk membedakan musim yaa..😂😂.. Akan tetapi tentang cara mencegah penyakit di musim penghujan.

Apakah sekarang musim hujan.? Yaa bisa dibilang terkadang hujan terkadang tidak mengapa.? Karena cuaca ditempatku Jakarta, Terkadang tidak menentu dibilang panas hujan terus. Dibilang hujan eehh malah panas..Bingung jadinya serba salah.😂😂


Jadi kesimpulan ditempat saya hujan masih mendominisasi. Nah bagaimana ditempat anda. Ok dari pada panjang lebar tidak tentu arah anggap saja sekarang musim penghujan. Meski hujan apapun itu yang namanya cuaca harus tetap kita syukuri atas karunia yang Tuhan telah berikan kepada kita. Maka dari itu saya akan menjelaskan bagaimana mencegah penyakit dikala musim penghujan datang.


Penyakit apa sih yang sering datang jika musim hujan itu tiba. Kalau diurutkan mungkin sangat banyak, Namun tidak bisa tentukan serta dipastikan secara Real. Karena pada umumnya fisik orang pun sangat berbeda-beda.

Maka dari pada itu disini saya akan mengulas 5 pencegahan penyakit dimusim hujan atau bisa juga cara mencegah penyakit dari efeck kehujanan. Berikut dibawah ini.

BACA JUGA : Menurut Penelitian Banyak Duduk Atau Malas Setara Dengan Merokok 1 Batang..Benarkah?


1. SELALU MEMBAWA ALAT PELINDUNG HUJAN

Baik itu payung atau jas hujan, kamu WAJIB membawanya. Cuaca saat ini benar-benar membingungkan, mungkin saat kamu berangkat ke kantor, langit masih cerah – namun siapa sangka kalau seketika hujan tiba. You better well-prepared, dari pada baju dan sepatu andalan kamu basah terkena air hujan.


2. KONSUMSI SUPLEMEN VITAMIN C

Jangan pernah lupa, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang berfungsi menjadi ‘pagar’ untuk menjaga daya tubuh kamu – serta dapat membantu penyerapat zat besi! Yes, kamu pasti juga sudah tahu kan seberapa besar peran vitamin C? Cukup konsumsi suplemen sekali dalam sehari – then you ready to go untuk menghadapi musim hujan saat ini.

Jadi kamu tak perlu takut untuk menghadapi hujan yang tiba-tiba hadir begitu saja, cause you know what you gonna do untuk menghindari penyakit yang tak diinginkan!


3. JANGAN TERLALU BANYAK BEGADANG.

Walau banyak deadline yang perlu kamu selesaikan segera – tetapi kalau kamu terlalu sering begadang juga enggak bakal baik buat kesehatan tubuh, malah virus akan semakin mudah untuk menyerang. Coba untuk mulai mengatur pola tidur, seperti tidur maksimal jam 22.00, dijamin kamu akan merasa lebih fresh dibanding hari-hari sebelumnya.


4. PERBANYAK MINUM AIR PUTIH/MINERAL.

Air mineral atau air putih selalu menjadi hal terpenting – kalau tubuh kamu kekurangan cairan, badan bakal mudah merasa lemas, hasilnya aktivitas kamu bakal banyak yang tertunda, no way! Mungkin kamu selama ini lebih sering minum minuman seperti es teh, susu, dan juice, Namun usahakan untuk mengutamakan air mineral atau air putih enggak bakal bikin gemuk plus meningkatkan daya tahan tubuh kamu!


5. HINDARI MAKANAN YANG BERKOLESTROL TINGGI

Memang sih mengonsumsi makanan yang tak sehat jauh lebih nikmat, contohnya: Aneka gorengan, Junk foods. Tetapi alangkah baiknya kalau mulai saat ini kamu mengganti menu makanan yang jauh lebih sehat – karena cuaca sedang tak bersahabat, sayur, buah-buahan dan makanan kaya protein sangat dibutuhkan. Sementara abaikan dulu mie goreng, cheese burger, dan french fries.

Naah, Itulah 5 kiat agar terhindar dari penyakit di musim penghujan. Selain itu yang namanya payung, Jas hujan harus sudah selalu ready dibagasi kendaraan anda atau tas.


BACA JUGA : Woow!! Ternyata Bekas Teh Celup Punya Banyak Manfaat Untuk Kesehatan.


Source : Cosmopolitan

~ SEMOGA ~ BERMANFAAT ~


Wednesday, 13 March 2019

March 13, 2019

Yang Unik Dari Fenomena Awan Lenticular



Awan bentuknya beraneka ragam macam, Namun biasanya bentuk awan putih lebih dominan berbentuk abstrak. Meski terkadang ada pula Awan yang bisa berbentuk seperti lukisan atau berwujud seperti binatang atau pun manusia. Nah bicara soal awan kali ini saya akan mengulas tentang fenomena awan yang sering berada di pegunungan atau puncak gunung.

Seperti yang terjadi disebuah puncak gunung lawu. Ada sebuah fenomena awan yang berbentuk seperti UFO. Atau mahluk ruang angkasa meski pada kenyataannya itu hanya sebuah awan namun banyak juga yang mengait-aitkan dengan sesuatu yang berbau mistis. Dan seperti apa awan yang dimaksud berikut dibawah ini.


Warga sekitar kawasan gunung Lawu sempat dikagetkan dengan kemunculan awan lenticular di puncak Gunung Lawu. Fenomena alam ini menampilkan sebuah awan yang berbentuk unik mirip UFO.

Namun ternyata, awan lenticular ini sangatlah berbahaya bagi penerbangan. Kenapa bisa begitu? Berikut ini penjelasan mengenai awan lenticular.

Sekilas, awan orange ini mirip dengan UFO yang hendak mendarat tepat di puncak Gunung Lawu. Namun, ada juga yang menyebut jika penampakan awan tersebut serupa dengan gasing.

Dari kejauhan, awan berwarna orange ini terlihat membungkus puncak Gunung Lawu yang terdapat di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Sempat buat heboh, hal ini lalu dikonfirmasi bahwa penampakan unik di puncak Gunung Lawu tersebut adalah awan lecticular yang merupakan salah satu fenomena alam.

Awan lenticular pada umumnya berbentuk seperti piring raksasa dan sering berada dekat bukit dan pegunungan.


Mengenai terbentuknya, awan ini merupakan hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar seperti pegunungan yang lalu menimbulkan sebuah pusaran.

Kemunculan awan lenticular ini disebut-sebut terjadi karena adanya aliran udara yang mengalir di atas gunung sedang stabil dan lembab.


Saat aliran udara tersebut mengalir ke atas dan mendingin, kelembaban udara kemudian mengembun dan membentuk awan di puncak gelombang.

Partikel awan ini begitu padat karena adanya aliran udara lembab yang terus mengalir di sekitar awan. Kemunculannya biasanya akan bertahan hingga berhari-hari.

Walaupun terlihat sangat menakjubkan, awan lecticular ini rupanya sangat berbahaya untuk penerbangan, apalagi untuk pesawat bertenaga jet.


Hal ini karena gelombang udara di daerah tersebut sangat sulit terdeteksi dan mengakibatkan turbulensi atau guncangan yang parah pada sistem rotor pesawat.

Salah satu hal yang sering dikaitkan dengan kemunculan awan lecticular adalah kedatangan UFO. Pendapat ini bermula dari 200 kesaksian mengenai UFO yang muncul di daerah Gunung Rainer, Washington, Amerika Serikat pada 1896.


Banyak masyarakat yang lalu percaya akan hal tersebut, walaupun pada dasarnya hal itu hanya karena kondisi frekuensi udara yang tinggi akibat pengaruh topografi daerah tersebut.

Awan lenticular pada dasarnya hanya membawa udara, tidak ada badai atau bahkan hujan yang terdapat bersamanya.

Penampakan awan lenticular di Gunung Lawu ini memang adalah fenomena alam yang sering dan biasa terjadi, namun, tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, untuk dunia penerbangan, fenomena ini begitu ditakuti.

Naah sekarang sudah tahukan bahwa semua itu hanya fenomena alam tidak ada hubungannya dengan alien atau hal mistis lainnya. Terkecuali pesawat terbang yang tentunya harus berhati-hati atau lebih baik menghindari awan tersebut.


Sumber : Suara.com

~ SEMOGA ~ BERMANFAAT ~

Wednesday, 6 March 2019

March 06, 2019

Cerpen : Penantian Tak Berujung




CERITA INI HANYA FIKTIF & BUALAN BELAKA

Ombak terus bergulung dengan dashyatnya ditambah terpaan angin yang turut berputar seolah menari-nari dan ingin melululantahkan sebuah kapal besar pencari ikan yang sedang sibuk menarik jaring agar masuk kedalam kapal tersebut. Sambil terus berusaha melawan debur ombak serta angin yang menerpa, Pria itu berkata kepada seorang wanita yang tak lain adalah istrinya.

Ia pun berkata dengan sangat lantang, Sang wanita pun sambil tersenyum segera mengambil alih kemudi kapal. Keduanya nampak sangat bahagia dan semangat seolah seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah jaring masuk kedalam kapal dan badai pun sudah mulai berlalu keduanya salin tatap sambil sesekali melihat hasil tangkapannya yang begitu banyak dan kembali tersenyum penuh kemenangan. Sang lelaki pun kembali berkata.

"Akulah penakluk samudra dan badai".

Sang wanita nampak bangga dan memeluk erat pria yang telah membuatnya bahagia meski hanya seorang nelayan pencari ikan. Bagi dirinya semua itu kebahagiaan yang tak ternilai oleh apapun jua.






Itulah kenangan sang wanita satu tahun lalu sewaktu berlayar bersama sang suami. Dan bahu-membahu penuh suka cita, Tiba-tiba suara lantang berkata dengan keras..... "Bintang hari mulai gelap sebentar lagi akan ada badai lekas kau pulang nak, Tak baik seorang wanita berdiri melamun dibibir pantai sendiri".

Seru seorang wanita paruh baya, Sang anakpun sontak tersadar dari lamunannya meski agak berat ia pun menuruti kata wanita paruh baya itu yang tak lain adalah ibunya sendiri.

Wanita bernama bintang itu pun kembali menatap kearah lautan luas meski angin badai dan ombak sudah bersiap menggulung bibir pantai. Seolah tak pernah takut dengan dasyhatnya ombak ia pun kembali menerawang ke masa lalu.

Melihat anaknya melamun kembali sang wanita paruh baya itu dengan cekatan segera menarik lengan anaknya dan membawanya pulang kerumah yang tidak jauh dari pantai.

Bau menyengat ikan asin dan aroma garam kembali mewarnai kampung nelayan di pinggiran jakarta kepulauan seribu. Hujan angin pun kembali mengguyur pantai, petir dan angin pun saling bersahutan berserta sampah-sampah busuk yang hanyut terbawa air yang tak tentu arah. Seperti sudah menjadi hal yang wajar diperkampung nelayan tersebut.

Malam mulai menjelma ditambah guyuran hujan yang terus turun sejak sore tadi seorang wanita bernama bintang kembali asik melamun memandang ombak laut dari depan jendela rumahnya. Lamunannya kembali dibuyarkan oleh sang ibu.

"Sudahlah bintang kau jangan terus hanyut dalam kesedihan serta kesendirian, Kau harus rela serta ikhlas. Suatu saat mungkin ia akan kembali kepadamu".

Bintang menarik nafas dalam-dalam..."Bu rasanya ingin aku kembali berlayar sambil mencari dimana mas Hermansyah berada. Dan aku tidak pernah takut dengan dahsyatnya ombak karena aku dulu pernah berlayar menghadapi gulungan ombak besar bersama mas hermansyah"..

"Kau jangan gila Bintang, Pikirkan anakmu dan aku ibumu. Ibu juga tidak mau apa yang dialami suamimu menimpa dirimu juga, Sadaarr! Bintang"....Seru sang ibu memohon.

"Aku juga bingung buu Pasti telah terjadi sesuatu pada kapal mas herman, Entah itu kerusakan mesin atau dibajak ditengah laut. Bu terkadang aku ingin seperti dulu punya kebahagian bersama baik dirumah ini maupun saat berlayar bersama dengannya"...Jawab Bintang lirih.

"Sudahlah nak, Semoga Tuhan memberi titik terang akan kabar suamimu yang pergi berlayar dan tak kembali. Tidurlah esok masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan"....Bintang pun mengangguk. Akhirnya keduanya menuju peraduannya masing-masing tanpa sepatah kata pun.

Pagi yang cerah kian menjelma mewarna indahnya pantai para nelayan pun sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Setelah semalaman melaut nelayan-nelayan itu pun sibuk berbena dengan hasil tangkapannya. Begitu juga wanita bernama bintang setelah sibuk menambak garamnya telah selesai ia pun kembali mengurus dapur rumahnya serta anak dan ibunya.

Hingga siang menjelma ia kembali dengan kebiasaannya melukis dibibir pantai hingga sore menjelang. Kebiasaan melukis ini dimulai sejak kepergian suaminya Hermansyah yang tak kujung pulang dari awal pergi melaut. Meski cuma iseng karya lukisan bintang banyak yang membuat orang terkagum-kagum. Ada pula orang yang berani membeli lukisan karyanya dengan harga jutaan. Meski pada dasarnya wanita bernama bintang lebih hobi melaut ketimbang melukis. Siang yang syahdu Bintang pun kembali menggoreskan cat diatas canvas lukisnya. Ia pun membuat kapal yang sedang berseteru dengan ombak.

Sedang asik dengan lukisan dan lamunannya seorang pria bernama Budi menghampirinya ke bibir pantai.

"Akan lebih bagus bila kau melukis dirumah Bintang, Dan hasil karyamu akan lebih baik karena fokus melukis. Tidak seperti dibibir pantai ini dan pikiranmu akan selalu bercabang kemassa lalu".

Melihat ada yang menghampiri Bintang pun hanya tersenyum kecut..."Tidak apa semua ini tidak membuatku Frustasi, Justru aku merasa selalu nyaman dengan lamunanku".....Jawab Bintang acuh.

"Karena lamunan itu kau akan selalu begitu terus Bintang. Apakah setahun belum cukup untuk melupakannya, Apa ada kemungkinan dia akan kembali semua hanya angan yang belum tentu menjadi nyata Bintang".

"Cukup mas Budi, Aku tak ingin berdebat denganmu lebih baik kau tinggalkan aku saja. Maaf untuk hari ini aku tidak ingin diganggu dan ingin sendiri"... Seru Bintang sambil matanya terus menatap birunya lautan luas membentang.

Budi pun hanya bisa pasrah sambil berlalu meninggalkan Bintang. Namun ia tetap ikhlas memberi masukan terhadap bintang, Bahkan bukan itu saja ia pun berharap Bintang menerima cintanya dengan tulus serta ikhlas seperti apa yang ia perbuat terhadap Bintang serta keluarganya.

Hari-hari terus berlalu setahun lebih 6 bulan sudah terlewati namun tetap tidak ada kapal yang berlabuh di pantai dimana wanita bernama Bintang tinggal. Kapal sang suami, Yang bernama Hermansyah yang selalu ia tunggu. Namun tetap tidak ada kapal berlabuh yang ia harapkan hanya kapal-kapal lainnya yang selalu bermunculan. Namun apapun itu sepertinya wanita bernama Bintang itu selalu setia menunggu dan terus menunggu.






Disuatu sore yang cerah rumah Bintang kedatangan seorang kolektor lukisan bernama Agus. Dibantu dengan Budi dan orang tua Bintang ia pun akhirnya menunjukkan dimana tempat biasa Bintang menyimpan lukisannya.

"Silahkan bapak Agus melihat-lihat dulu lukisan karya anak saya ini. Karena lukisan itu hanya sebuah coretan iseng anak saya"...Jawab orang tua Bintang.

Agus sang kolektor pun tampak terpesona memandang lukisan-lukisan karya seorang nelayan perempuan itu.

"Heemm!! sebuah karya seni yang luar biasa. Tak seharusnya lukisan-lukisan sebagus ini hanya dibiarkan teronggok seperti barang-barang bekas. Mas Budi bagaimana kalau lukisan ini saya borong semua senilai 50 juta rupiah"...Seru Agus sang kolektor.

Orang tua Bintang pun nampak tersenyum, Sementara Budi pun langsung ambil alih pembicaraan.

"Ok bapak Agus kalau untuk masalah itu saya harus memberi tahu sang pembuatnya dahulu jika bapak mau sedikit menunggu sebentar lagi Bintang pun akan segera pulang kerumah kok"..

Agus nampak manggut-manggut..."Ok baiklah kalau begitu"...Seru Agus.

Akhirnya orang yang di tunggu-tunggu pun tiba dirumah, Meski ada seorang tamu yang menunggu Bintang pun tampak acuh dan seolah tidak perduli. Sampa-sampai yang ibunya pun menghampiri. Namun bintang nampak biasa-biasa saja. Akhirnya setelah dibantu dan dijelaskan oleh Budi Bintang pun menjumpai Agus sang kolektor.

"Apa yang menarik dari lukisan kumuh seorang nelayan sepertiku tuan Agus. Sebaiknya anda pikirkan dahulu sebelum tuan membayar lukisan yang tak ubahnya seperti sampah ini"...Jawab Bintang acuh.

Agus pun membalas dengan senyuman..."Saya senang dengan gaya bicara anda Nona Bintang, Begini saja kita langsung pada intinya saja. Jika kau menerima tawaranku akan aku bawa semua karya Indahmu itu. Jika kau butuh waktu saya akan selalu menunggu keputusan darimu. Ini nomor yang bisa kau hubungi jika nona berubah pikiran".....Setelah memberikan tanda pengenal serta nomor ponselnya ia pun segera pamit dari kediaman Bintang.

Bintang pun hanya tersenyum hambar seperti tidak terjadi apa-apa ia pun kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa menunggu sang suami Hermansyah mendarat di pantai tempat ia tinggal. Bersama lukisan-lukisan hasil karya tangannya. Meski banyak gosip dari para tetangga tentang kepergian suaminya Hermansyah yang tak pernah kembali. Ada yang mengatakan suaminya kawin lagi dan tinggal disuatu tempat. Namun ada pula yang mengatakan sang suami Hermansyah digulung ombak dan diculik oleh Ratu pantai selatan.

Namun seperti kebal dan yakin akan pendiriannya gosip-gosip yang tak ubahnya sampah pantai tidak pernah ia pedulikan meski akhir penantianya tak akan pernah ada ujungnya entah sampai kapan terus menunggu dalam bentangan samudra laut biru.

Begitu juga dengan Budi yang selalu menunggu cintanya diterima oleh Bintang. Meski 3 bulan telah berlalu dan Bintang pun menjual hasil karyanya kepada Agus sang kolektor lukisan, Ia tetap belum bisa menerima cinta Budi. Lukisan karya tangannya ia jual semata-mata demi memperbaiki keadaan ekonomi keluarganya ditambah ia kini hidup tanpa seorang suami. Suami yang ia cintai dan telah pergi bagai ditelan laut serta samudra biru.



TOOMAATT!...EHH SALAH TAMAT!!😬😬