Pergilah ke klub dan kamu akan sadar, ketika uang berbicara kecantikan hanya bisa menurut. Semahal apapun harga diri, tetap bisa dibungkam dengan selembar kertas bernama uang. Berangkatlah ke hotel dan kamu akan melihat, bagaimana ketika uang ditawarkan, perawan bisa kehilangan prinsip yang selama ini dibangga-banggakan. Bukan karena mereka jahat, tapi karena hidup memang kejam bagi orang yang lemah oleh kebutuhan. Lanjutlah ke rumah sakit, kamu akan sadar, ketika nyawa sudah melayang, Uang bahkan tidak punya suara. Ia hanya menjadi kertas mati yang tak bisa membeli satu tarikan napas terakhir. Dan lihatlah di dunia online, beberapa lembar uang bisa membuat seseorang memuji produk yang bahkan tidak pernah mereka pakai. Sedikit lebih banyak lagi bisa membuat kurir menerjang badai, hujan, dan amarah pelanggan. Sedikit lebih besar lagi bisa membuat seorang wanita yang dibesarkan dengan penuh kasih selama 25 tahun memujimu dan menyanjungmu padahal ia bahkan tidak men...
Kamar nomor 404 di Apartemen Lavender seharusnya kosong. Setidaknya itulah yang tertulis di buku catatan Pak Wawan, penjaga gedung tua itu. Namun, setiap pukul dua pagi, harum melati yang ganjil selalu merayap keluar dari celah pintu kayu yang catnya sudah mengelupas itu. Satria, seorang fotografer lepas yang baru pindah ke unit tepat di depannya, awalnya tidak peduli. Hingga suatu malam, ia melihatnya sesuatu yang agak aneh? Di balkon kamar 404, sepotong lingerie putih berbahan sutra tipis tergantung di jemuran besi. Benda itu berkibar pelan tertiup angin malam, tampak kontras dengan dinding gedung yang kusam dan gelap. Satria merasa aneh; tidak ada orang yang menghuni kamar itu selama setahun terakhir sejak kasus "menghilangnya" seorang model majalah dewasa. Didorong rasa penasaran, Satria mulai mengamati melalui lensa tele kamera DSLR-nya. Malam Pertama ~ Lingerie itu basah, seolah baru saja dicuci. Malam Kedua ~ Lingerie itu masih di sana, namun ada...