Duit atau Uang



Pergilah ke klub dan kamu akan sadar, ketika uang berbicara kecantikan hanya bisa menurut.

Semahal apapun harga diri, tetap bisa dibungkam dengan selembar kertas bernama uang.

Berangkatlah ke hotel dan kamu akan melihat, bagaimana ketika uang ditawarkan, perawan bisa kehilangan prinsip yang selama ini dibangga-banggakan.

Bukan karena mereka jahat, tapi karena hidup memang kejam bagi orang yang lemah oleh kebutuhan.

Lanjutlah ke rumah sakit, kamu akan sadar, ketika nyawa sudah melayang, Uang bahkan tidak punya suara. Ia hanya menjadi kertas mati yang tak bisa membeli satu tarikan napas terakhir.

Dan lihatlah di dunia online, beberapa lembar uang bisa membuat seseorang memuji produk yang bahkan tidak pernah mereka pakai. Sedikit lebih banyak lagi bisa membuat kurir menerjang badai, hujan, dan amarah pelanggan.

Sedikit lebih besar lagi bisa membuat seorang wanita yang dibesarkan dengan penuh kasih selama 25 tahun memujimu dan menyanjungmu padahal ia bahkan tidak mengenalmu.

Karena begitulah dunia bekerja, bukan soal cinta, bukan soal moral, tapi siapa yang punya daya untuk berbicara lebih keras dari realita.

Dan di dunia seperti ini, kamu cuma punya dua pilihan, naik level dan jadi pemainnya, atau berhenti mengeluh, karena dunia tidak pernah berpihak pada yang lemah.

Bagaimana dengan anda? Punya pendapat lain.





~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

14 Komentar

  1. untuk naik level aja susah kang, banyak perjuangan dan doa, apalagi yang merantau, anak istri nangis dirumah ga bisa makan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berusaha juga masuk katagori naik level Nif... Jika soal urusan uang. Yang terpenting sesungguhnya yaa bersyukur.😊😁

      Hapus
  2. Saya pilih jadi pemain dan naik level serta tak pernah mengeluh semoga dunia berpihak kepada saya.. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu Huu ... Naik level versi sendiri sama aja dengan bersyukur.😁😊👍👍

      Hapus
  3. Kesimpulan: uang adalah segalanya. Satu pertanyaan, bagaimana caranya agar kita yg menjadi si pencetak uang? bukan pemain, ataupun org yg selalu mengeluh.

    BalasHapus
  4. Uang memang tidak dibawa mati tapi kalau tak ada uang rasanya seperti mau mati. Terkesan kejam tapi itulah kenyataannya. Pas lagi nggak punya uang, jangan pun saudara, setan pun pura-pura nggak kenal 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah betul mas.👍👍 Intinya bijaklah dalam menggunakan uang.

      Hapus
  5. Menarik sekali kalau dipikirkan ulang soal istilah “duit” dan “uang” — ternyata penggunaan kata bisa banget menunjukkan cara pandang kita terhadap nilai dan fungsi uang itu sendiri. Cara penulis menyampaikan refleksinya juga bikin ikut mikir tentang gimana kita selama ini melihat dan memakai istilah-istilah itu dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa betul sekali.. Intinya dalam hidup era sekarang sebagian orang menyatakan uang lebih dominan dari hal apapun.😁😊

      Meski harus berjibaku untuk mendapatkannya.

      Hapus
  6. dulu pas baru2 kerja, uang itu kayaknya pentiiiiing banget... memang penting, tapi aku anggab kunci segalanya... jd pas hilang, kayak maraaah, ga terima, ga ikhlas, nangis, yg begitu2 lah...

    tapi di usia sekarang, belajar untuk sadar, walau pun itu penting, cuma ga sampe segitunya yg harus mengorbankan keluarga, atau diri sendiri. sampe mati2an kerja, aku udh ga mau begitu mas.. kerja secukupnya, uang cukup utk keperluan hidup, udah selesai... ga usah lah sampe ditumpuk kayak bakal dibawa mati aja ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayapun mengalami hal seperti itu mbak.😁😁

      Pada intinya gunakan uang untuk kebutuhan. Dan selebihnya betul juga uang nggak akan bisa dibawa mati.😁😊🙏🙏

      Hapus

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG YANG UHUUKK!! EEHEEEMMM!!