Detak sang waktu yang terus berjalan semua merubah segalanya, Namun kau tetap kokoh dan semakin rimbun dengan dahan-dahanmu yang kian menghijau.
Dahulu kau banyak memberi arti bagi jiwa ini, Hingga terbentuklah serangkai kata cinta saat semua terucap kau tetap jadi saksi bisu dengan sentuhan daun dan bunga-bungamu yang jatuh berguguran ketanah merah.
Kini aku kembali bersamamu meski aku tahu semua telah berubah, Kau semakin besar dan rimbun namun kesetianmu tetap tak pernah berubah, Kau kini kembali menjadi saksi bisu dalam diujung rindu ini.
Meski aku tak bersamanya lagi, Namun dahulu bersamanya aku tak pernah ragu beribu-ribu cinta aku dapatkan walau semuanya harus berakhir pada tempat yang berbeda.
Wahai kau pohon kersen nan rindang serta kokoh kau tetap abadi jadi saksi bisu dalam kesyahduan jiwa yang yang selalu perlu pelipur lara.
Wahai kau pohon kersen, Buah, Dahan serta bungamu yang selalu jatuh ditanah merah, Sisa semuanya yang tak termakan burung burung liar, Namun mereka tetap berjasa menebar benih kersen tanpa sadar.
Wahai kau burung-burung liar kalian berhak menikmati duluan, Meski bunga serta buah kersen sisamu, jatuh berguguran tetapi semua tetap selalu menjadikan warna-warni mempesona hati ini.
Wahai kau pohon kersen kunikmati sisa-sisa bunga serta buahmu sambil berteduh dibawah dahan-dahan rindangmu, Dalam damai jiwa hati ini.
Dahulu kau banyak memberi arti bagi jiwa ini, Hingga terbentuklah serangkai kata cinta saat semua terucap kau tetap jadi saksi bisu dengan sentuhan daun dan bunga-bungamu yang jatuh berguguran ketanah merah.
Kini aku kembali bersamamu meski aku tahu semua telah berubah, Kau semakin besar dan rimbun namun kesetianmu tetap tak pernah berubah, Kau kini kembali menjadi saksi bisu dalam diujung rindu ini.
Meski aku tak bersamanya lagi, Namun dahulu bersamanya aku tak pernah ragu beribu-ribu cinta aku dapatkan walau semuanya harus berakhir pada tempat yang berbeda.
Wahai kau pohon kersen nan rindang serta kokoh kau tetap abadi jadi saksi bisu dalam kesyahduan jiwa yang yang selalu perlu pelipur lara.
Wahai kau pohon kersen, Buah, Dahan serta bungamu yang selalu jatuh ditanah merah, Sisa semuanya yang tak termakan burung burung liar, Namun mereka tetap berjasa menebar benih kersen tanpa sadar.
Wahai kau burung-burung liar kalian berhak menikmati duluan, Meski bunga serta buah kersen sisamu, jatuh berguguran tetapi semua tetap selalu menjadikan warna-warni mempesona hati ini.
Wahai kau pohon kersen kunikmati sisa-sisa bunga serta buahmu sambil berteduh dibawah dahan-dahan rindangmu, Dalam damai jiwa hati ini.

duh sore sore baca puisi, syahdu juga kang
BalasHapuspakabar kang satria? sehat?
aku karsen dulu sering banget berburu sama temen temen sd, cari yang merah udah kayak nginceng apa tau..pokoknya kudu dapat walau susah soalnya biasanya yang merah yang paling tinggi :D, kalau ga nemu yang di bawah aja lumayan tinggal dicuci atau dilap kalau belom 5 menit wkwkwk
Puisi apa syair gw juga bingung nih soalnya buatnya ngasal 🤣🤣🤣 Hitung2 sedang menunggu ibu dirumah sakit dari pada bengong.
HapusAlhamdullilah kabar baik mbul cuma belum sempat BW,an waktunya ngepres terus, Ini pas lagi kebetulan aja ada sisa waktu satu jam di RS.😊😊
Sama sejak kecil juga aku senang memetik buah kersen apa lagi kalau buahnya sudah merah2 betah deh berlama2 diatas pohon Seri / Kersen.😁😁😁
ya Alloh baru tau, semoga ibu kang satria lekas membaik ya ☺😊, dan diberi kesehatan selalu, amin 🙏
Hapusiya kersen emang enak tapi aku seringnya nyebut karsen hehehe
Amiinn! Mbul 🙏🙏 Makasih yaa atas doanya.😊😊
HapusKarsen...😳😳😳 Kenapa nggak Kusen...🤣🤣🤣🤣
Pastinya untuk pohon kersen setiap daerah punya nama yang berbeda-beda. Ada yang bilang Seri, Ceri atau Kersen bahkan Karsen...Mungkin nanti ada lagi nama baru jadi Karpet..🤣🤣🤣
Oh ibu kang satria masuk rumah sakit lagi ya, semoga cepat sembuh ya kang. Mohon maaf tidak tahu.
Hapus
HapusIyaa kang makasih atas Doa,nya..🙏🙏🙏
Ampuun DJ.... 🤣🤣🙏
BalasHapusLuar biasa pantes banyak cewek klepek2 🤣
Kersen, aku baru pertama kali dengar nama pohon ini dipost ini, dan digambarnya tertulis "dibawah rindang pohon kersen". Tapi kelihatannya daunnya sedikit kang masa rindang? 😅😅
HapusGw nggak Dagang Jeruk ( DJ ) Huu..🤣🤣🤣
Oohh cewek kalau baca syair atau puisi emang klepek2 Huu..😁😁😁 Masa sih.🤣🤣🤣
Kalau nggak tahu pohon Kersen bisa juga pohon Seri Huuu...Kalau nggak tahu juga berarti buah atau pohon itu emang nggak tumbuh ditempat ente Huu..😁😁😁
Kan Gambar cuma pemanis aje Huu jadi rindang nggak rindang harus tetap dianggap rindang.🤣🤣🤣🤣🤣🤣😋😋
Gatau juga huu sama Pohon Seri sepertinya memang ga ada ditempat saya huu atau mungkin juga ada tapi ga pernah lihat 😅
HapusBerarti harus browsing Huuu kata kuncinya Pohon Kersen..😁😁
HapusTuh komen Masher dibawah bilang Ceri, Kang Satrio bilangnya Seri 🤣
HapusKalau Ceri mungkin pernah dengar tapi cuma dengar aja belum lihat, iya mgkn browsing aja tapi malas ah 🤣
Wkwkwk..dia malas buat browsing tapi nonton snackvideo ngga malas.. wkwkwk
Hapus
HapusBetul Huuu kalau yang berbau XNXX dan Xvideos emang nomor satu dia Huuu ketimbang nonton dunia kesehatan..🤣🤣🤣🤣
🤣🤣 gada video begitu disana, cuma kucing, orang memasak, dll 🤣🤣
HapusCuma kucing, orang masak, dll. Berarti dll-nya itu video..... wkwkwk.. pantesan betah..wkwkwk.. parah.. wkwkwk
HapusNaahh itu Huuu...DLL yang perlu dicurigai yee...🤣🤣🤣🤣
HapusIdih ga percayaan, coba deh install dan masukin kode undangan: 635480675 🤣🤣👍
HapusKalo masukkan kode undangan bisa ketemu video rongdo ya kang.😋
Hapus
HapusBukan Rondo aja Gus perawan bolong juga banyak..🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sendu banget, Mas Satria. Selamat malam. Terima kasih telah berbagi.
BalasHapusSama2 dan thanks banget Bunda...Eehh salah Bu Haji maksudku.😁😁
HapusOh itu pohon kersen saya pikir pohon ceri.
BalasHapusGimana banyak yang ngga klepek-klepek sama orang yang pandai berpuisi seperti ini..
Ajarin dong...
HapusSama Huu pohon Kersen sama Ceri nggak jauh beda.😁😁
Jiiiaaahhh emang ngaruh orang pandai berpuisi sama yang enggak...Bukan sama saja Huuu....Itu juga puisi aut2tan Huuu..🤣🤣🤣
Beda tipis apa beda tebal nih? Hihihi
HapusNgaruh dikit sekitar dua puluh lima persenan..hihihi
Nggak jauh bedalah Huu Ceri sama kersen...😁😁
HapusMasa sih Huuu...😁😁
Ngga jauh beda sama artinya berbeda walau cuma sedikit, berarti kersen bukan ceri atau mungkin kersen itu sejenis ceri.
HapusSeperti itulah adanya.. wkwkwk
Pokoknya Kersen, Ceri, Seri saaammmaaaa!!..🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
HapusDia nyerah juga dan akhirnya kersen, ceri dan seri adalah pohon yang sama..hihihi..tapi tetap aja kang Jaey ngga tau soalnya ngga ada di snackvideo.. wkwkwk
HapusHaaahaaaa!! Betul2 itu Huuu..Yang ada di Snackvideo cuma Film nganu yee Huu..🤣🤣🤣🤣
HapusIya deh aku cari Cery di google, moga yg muncul cewe cantik 🤣
HapusHiiihiiiiiii...🤣🤣🤣
HapusLihat judulnya kirain aku kang satria mau post cerpen tentang dua sejoli yang lagi nganu di pohon kersen, eh ternyata puisi.😂
BalasHapus
HapusTadinya mau buat Cerpen kang cuma waktunya nggak cukup..😁😁
kalau cerpen themanya itu mirip punya tetangga sebelah dong, siapakah tetangga sebelah yang dimaksud....yaitu kelinci pink wkwkwkkw
Hapus11, 12 yee....Eehh tapi tetap beda kali...Hiiihiiii..🤣🤣🤣🤣
Hapussusah nih nyari pohon kersen di tempat saya
BalasHapusYaa memang sudah agak jarang mas..😊😊
HapusSaya yang doyan makan sama nyari buah kersyen bang Satria. Waktu kecil paling doyan manjat-manjat pohon kersyen. Liat post bang Satria jadj nostalgia
BalasHapus
HapusIyaa betul mas Sup, Pohon Kersen memang pohon umum karena dimana saja ada cuma nama disetiap daerah saja yang berbeda penyebutannya.😊😊
wkwkwkwkw, harusnya ini syahdu ya, mengapa saya malah ngakak ya?
BalasHapusBtw pohon ini juga saya kenalnya Kersen sejak kecil, tapi sejak ke Jawa mereka ketawa kalau saya bilang kersen, katanya ini pohon Keres hahaha.
DI depan rumah kami ada 1 pohonnya gede Kang, waktu awal berbuah, ampun deh tuh buahnya gede-gede dan buanyaaaakkk banget.
Sampai banyak orang yang datang buat metik.
masalahnya saya kurang suka, yang suka cuman paksu.
Sekarang udah 4 tahunan kayaknya nih pohon, setiap kali berbuah, udah nggak segede awal berbuah dulunya :D
HapusMungkin dirimu dulu gadis yang hobi nangkring dipohon kersen.🤣🤣🤣
Betul mak Rey, Setiap daerah pasti punya sebutan tersendiri untuk pohon ini.😊
Aku waktu kecil suka sama buah kersen bahkan bisa berlama2 diatas pohonnya cuma pas STM sudah enggan dengan buah kersen, Terkecuali numpang pacaran dibawah pohon kersen Haaahaaaaa..🤣🤣🤣🤣