Langsung ke konten utama

Dibawah Rindang Pohon Kersen



Detak sang waktu yang terus berjalan semua merubah segalanya, Namun kau tetap kokoh dan semakin rimbun dengan dahan-dahanmu yang kian menghijau.

Dahulu kau banyak memberi arti bagi jiwa ini, Hingga terbentuklah serangkai kata cinta saat semua terucap kau tetap jadi saksi bisu dengan sentuhan daun dan bunga-bungamu yang jatuh berguguran ketanah merah.

Kini aku kembali bersamamu meski aku tahu semua telah berubah, Kau semakin besar dan rimbun namun kesetianmu tetap tak pernah berubah, Kau kini kembali menjadi saksi bisu dalam diujung rindu ini.

Meski aku tak bersamanya lagi, Namun dahulu bersamanya aku tak pernah ragu beribu-ribu cinta aku dapatkan walau semuanya harus berakhir pada tempat yang berbeda.

Wahai kau pohon kersen nan rindang serta kokoh kau tetap abadi jadi saksi bisu dalam kesyahduan jiwa yang yang selalu perlu pelipur lara.

Wahai kau pohon kersen, Buah, Dahan serta bungamu yang selalu jatuh ditanah merah, Sisa semuanya yang tak termakan burung burung liar, Namun mereka tetap berjasa menebar benih kersen tanpa sadar.

Wahai kau burung-burung liar kalian berhak menikmati duluan, Meski bunga serta buah kersen sisamu, jatuh berguguran tetapi semua tetap selalu menjadikan warna-warni mempesona hati ini.

Wahai kau pohon kersen kunikmati sisa-sisa bunga serta buahmu sambil berteduh dibawah dahan-dahan rindangmu, Dalam damai jiwa hati ini.

Komentar

  1. duh sore sore baca puisi, syahdu juga kang

    pakabar kang satria? sehat?

    aku karsen dulu sering banget berburu sama temen temen sd, cari yang merah udah kayak nginceng apa tau..pokoknya kudu dapat walau susah soalnya biasanya yang merah yang paling tinggi :D, kalau ga nemu yang di bawah aja lumayan tinggal dicuci atau dilap kalau belom 5 menit wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puisi apa syair gw juga bingung nih soalnya buatnya ngasal 🤣🤣🤣 Hitung2 sedang menunggu ibu dirumah sakit dari pada bengong.

      Alhamdullilah kabar baik mbul cuma belum sempat BW,an waktunya ngepres terus, Ini pas lagi kebetulan aja ada sisa waktu satu jam di RS.😊😊

      Sama sejak kecil juga aku senang memetik buah kersen apa lagi kalau buahnya sudah merah2 betah deh berlama2 diatas pohon Seri / Kersen.😁😁😁

      Hapus
    2. ya Alloh baru tau, semoga ibu kang satria lekas membaik ya ☺😊, dan diberi kesehatan selalu, amin 🙏

      iya kersen emang enak tapi aku seringnya nyebut karsen hehehe

      Hapus
    3. Amiinn! Mbul 🙏🙏 Makasih yaa atas doanya.😊😊

      Karsen...😳😳😳 Kenapa nggak Kusen...🤣🤣🤣🤣

      Pastinya untuk pohon kersen setiap daerah punya nama yang berbeda-beda. Ada yang bilang Seri, Ceri atau Kersen bahkan Karsen...Mungkin nanti ada lagi nama baru jadi Karpet..🤣🤣🤣

      Hapus
    4. Oh ibu kang satria masuk rumah sakit lagi ya, semoga cepat sembuh ya kang. Mohon maaf tidak tahu.

      Hapus

    5. Iyaa kang makasih atas Doa,nya..🙏🙏🙏

      Hapus
  2. Ampuun DJ.... 🤣🤣🙏

    Luar biasa pantes banyak cewek klepek2 🤣

    Kersen, aku baru pertama kali dengar nama pohon ini dipost ini, dan digambarnya tertulis "dibawah rindang pohon kersen". Tapi kelihatannya daunnya sedikit kang masa rindang? 😅😅

    BalasHapus
    Balasan

    1. Gw nggak Dagang Jeruk ( DJ ) Huu..🤣🤣🤣

      Oohh cewek kalau baca syair atau puisi emang klepek2 Huu..😁😁😁 Masa sih.🤣🤣🤣


      Kalau nggak tahu pohon Kersen bisa juga pohon Seri Huuu...Kalau nggak tahu juga berarti buah atau pohon itu emang nggak tumbuh ditempat ente Huu..😁😁😁

      Kan Gambar cuma pemanis aje Huu jadi rindang nggak rindang harus tetap dianggap rindang.🤣🤣🤣🤣🤣🤣😋😋

      Hapus
    2. Gatau juga huu sama Pohon Seri sepertinya memang ga ada ditempat saya huu atau mungkin juga ada tapi ga pernah lihat 😅

      Hapus
    3. Berarti harus browsing Huuu kata kuncinya Pohon Kersen..😁😁

      Hapus
    4. Tuh komen Masher dibawah bilang Ceri, Kang Satrio bilangnya Seri 🤣

      Kalau Ceri mungkin pernah dengar tapi cuma dengar aja belum lihat, iya mgkn browsing aja tapi malas ah 🤣

      Hapus
    5. Wkwkwk..dia malas buat browsing tapi nonton snackvideo ngga malas.. wkwkwk

      Hapus

    6. Betul Huuu kalau yang berbau XNXX dan Xvideos emang nomor satu dia Huuu ketimbang nonton dunia kesehatan..🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    7. 🤣🤣 gada video begitu disana, cuma kucing, orang memasak, dll 🤣🤣

      Hapus
    8. Cuma kucing, orang masak, dll. Berarti dll-nya itu video..... wkwkwk.. pantesan betah..wkwkwk.. parah.. wkwkwk

      Hapus
    9. Naahh itu Huuu...DLL yang perlu dicurigai yee...🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    10. Idih ga percayaan, coba deh install dan masukin kode undangan: 635480675 🤣🤣👍

      Hapus
    11. Kalo masukkan kode undangan bisa ketemu video rongdo ya kang.😋

      Hapus

    12. Bukan Rondo aja Gus perawan bolong juga banyak..🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  3. Sendu banget, Mas Satria. Selamat malam. Terima kasih telah berbagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 dan thanks banget Bunda...Eehh salah Bu Haji maksudku.😁😁

      Hapus
  4. Oh itu pohon kersen saya pikir pohon ceri.

    Gimana banyak yang ngga klepek-klepek sama orang yang pandai berpuisi seperti ini..

    Ajarin dong...

    BalasHapus
    Balasan

    1. Sama Huu pohon Kersen sama Ceri nggak jauh beda.😁😁


      Jiiiaaahhh emang ngaruh orang pandai berpuisi sama yang enggak...Bukan sama saja Huuu....Itu juga puisi aut2tan Huuu..🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Beda tipis apa beda tebal nih? Hihihi

      Ngaruh dikit sekitar dua puluh lima persenan..hihihi

      Hapus
    3. Nggak jauh bedalah Huu Ceri sama kersen...😁😁

      Masa sih Huuu...😁😁

      Hapus
    4. Ngga jauh beda sama artinya berbeda walau cuma sedikit, berarti kersen bukan ceri atau mungkin kersen itu sejenis ceri.

      Seperti itulah adanya.. wkwkwk

      Hapus
    5. Pokoknya Kersen, Ceri, Seri saaammmaaaa!!..🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    6. Dia nyerah juga dan akhirnya kersen, ceri dan seri adalah pohon yang sama..hihihi..tapi tetap aja kang Jaey ngga tau soalnya ngga ada di snackvideo.. wkwkwk

      Hapus
    7. Haaahaaaa!! Betul2 itu Huuu..Yang ada di Snackvideo cuma Film nganu yee Huu..🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    8. Iya deh aku cari Cery di google, moga yg muncul cewe cantik 🤣

      Hapus
  5. Lihat judulnya kirain aku kang satria mau post cerpen tentang dua sejoli yang lagi nganu di pohon kersen, eh ternyata puisi.😂

    BalasHapus
    Balasan

    1. Tadinya mau buat Cerpen kang cuma waktunya nggak cukup..😁😁

      Hapus
    2. kalau cerpen themanya itu mirip punya tetangga sebelah dong, siapakah tetangga sebelah yang dimaksud....yaitu kelinci pink wkwkwkkw

      Hapus
    3. 11, 12 yee....Eehh tapi tetap beda kali...Hiiihiiii..🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  6. susah nih nyari pohon kersen di tempat saya

    BalasHapus
  7. Saya yang doyan makan sama nyari buah kersyen bang Satria. Waktu kecil paling doyan manjat-manjat pohon kersyen. Liat post bang Satria jadj nostalgia

    BalasHapus
    Balasan

    1. Iyaa betul mas Sup, Pohon Kersen memang pohon umum karena dimana saja ada cuma nama disetiap daerah saja yang berbeda penyebutannya.😊😊

      Hapus
  8. wkwkwkwkw, harusnya ini syahdu ya, mengapa saya malah ngakak ya?
    Btw pohon ini juga saya kenalnya Kersen sejak kecil, tapi sejak ke Jawa mereka ketawa kalau saya bilang kersen, katanya ini pohon Keres hahaha.

    DI depan rumah kami ada 1 pohonnya gede Kang, waktu awal berbuah, ampun deh tuh buahnya gede-gede dan buanyaaaakkk banget.

    Sampai banyak orang yang datang buat metik.
    masalahnya saya kurang suka, yang suka cuman paksu.

    Sekarang udah 4 tahunan kayaknya nih pohon, setiap kali berbuah, udah nggak segede awal berbuah dulunya :D

    BalasHapus
    Balasan

    1. Mungkin dirimu dulu gadis yang hobi nangkring dipohon kersen.🤣🤣🤣


      Betul mak Rey, Setiap daerah pasti punya sebutan tersendiri untuk pohon ini.😊


      Aku waktu kecil suka sama buah kersen bahkan bisa berlama2 diatas pohonnya cuma pas STM sudah enggan dengan buah kersen, Terkecuali numpang pacaran dibawah pohon kersen Haaahaaaaa..🤣🤣🤣🤣

      Hapus

Posting Komentar

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG YANG UHUUKK!! EEHEEEMMM!!


Postingan populer dari blog ini

Apakah Belanja Dengan Uang Cash Masih Berlaku Di Masa Mendatang?

Di era digital yang semakin canggih, dompet kita terasa semakin ringan. Kartu debit, kartu kredit, hingga aplikasi pembayaran digital kini mendominasi setiap transaksi. Muncul pertanyaan besar: Apakah uang tunai (cash) akan menjadi relik masa lalu, atau masih memiliki tempat di masa mendatang? 1. Dominasi Pembayaran Digital: Sebuah Keniscayaan Tidak dapat dimungkiri, tren global bergerak menuju masyarakat cashless. Kecepatan, kemudahan, dan keamanan (dalam konteks tidak perlu membawa uang fisik dalam jumlah besar) yang ditawarkan oleh pembayaran digital adalah daya tarik utamanya. Kemudahan dan Kecepatan: Pembayaran melalui QR code, contactless card, atau e-wallet hanya membutuhkan waktu beberapa detik, jauh lebih cepat daripada menghitung uang tunai dan menunggu kembalian. Data dan Pelacakan: Bagi konsumen, transaksi digital membantu pelacakan pengeluaran. Bagi bisnis dan pemerintah, data transaksi ini sangat berharga untuk analisis ekonomi dan perpajakan. Ino...

5 Permainan Anak 90,an Saat Bulan Puasa Dan Hari Lebaran

Anda yang pernah mengalami era 90,an tentunya pasti tahu akan sebuah permainan diawal atau akhir bulan puasa. Yaa memang sangat berbeda dengan era sekarang yang serbah canggih. Dan kalau boleh saya tahu yang merasa anak 90,an sebenarnya kangen nggak sama permainan yang sudah tertera diatas dan dibawah ini.? Atau mungkin anda sudah lupa, Atau pura-pura lupa..? 😂😂 Ok kalau begitu. Disini saya bukan ingin menanya lupa atau tidaknya dengan sebuah permainan jadul era 90,an. Tetapi sekedar ingin mengulas tentang permainan jadul anak 90,an kala menunggu saat berbuka puasa. Kalau anak sekarang bilang katanya Ngabuburit.? 😄 Sebenarnya apa bedanya sih permainan era 90,an dan sekarang, Kala menunggu waktu berbuka puasa. Yaa sudah barang tentu sangat berbeda. Meski ada beberapa yang masih kerap dipermainkan diera sekarang. Lalu apa saja permainannya berikut ulasan dibawah ini. 1. PETASAN & KEMBANG API Ilustrasi By : Poskota Yaa dari gambar pertama adalah...

Telat Mencabut

Kesibukkan bekerja membuat Agus lupa akan kesehatan tubuhnya hingga akhirnya ia harus dilarikan kerumah sakit terdekat karena sakit. akibat kurang teratur makan. Tiga hari kemudian teman kerjanya yang bernama Khanif datang menjenguknya, dan kebetulan memang hari itu tepat waktunya untuk jam kunjungan membesuk pasien. "Sorry banget Gus baru hari ini gue bisa datang membesuk luh kerumah sakit"... Kata Khanif teman kerjanya. Berhubung Agus orangnya sabar dan pemaaf meski baru sembuh dari sakitnya ia mencoba tersenyum kepada Khanif... "Nggak masalah Nif, nggak usah dipikirin toh hari ini luh sudah bertemu gue". "Eehhhmm, anu Gus, gue juga minta maaf, karena membesuk luh nggak bisa membawa apa-apa, soalnya gue juga baru sembuh dari sakit gigi Gus". Agus kembali tersenyum... "Aah! luh nggak usah sungkan-sungkan Nif sama gue, luh datang gue juga udah senang". Suasana menjadi hening sejenak sampai akhirnya Khanif kembali berbicara...

Cerpen : Cermin Kematian

~CERPEN : Cermin~Kematian~ Malam semakin larut Manda masih berdiri didepan cermin besar yang ada dikamarnya, dadanya berdesir, Manda takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang putri, katanya dalam hati. Ya, kau memang cantik, Manda. Wajahnya tersipu mendengar pujian itu. Pipinya merona. Merah muda. Ia tersihir oleh bayangannya sendiri. Bayangan ketika ia masih berada pada masa empat puluh tahun lalu. Wajahnya cerah, berseri-seri. Setengah terpana melihat kecantikannya sendiri. Rambutnya panjang, berwarna hitam kecokelatan, berkilat, bergelung seolah ombak. Dahinya licin. Matanya bulat, berbinar-binar. Hitam pekat seperti langit malam. Dikedip-kedipkannya matanya, hingga ia perhatikan bulu matanya yang tebal dan lentik. Tebal serupa alisnya yang melengkung menaungi sepasang matanya yang indah itu. Diturutkannya telunjuknya, dari hulu hingga muara alisnya. Cantik sekali dirimu, Manda membatin. Ya, kau memang cantik, Manda. Hidungnya, ...

Cerpen : Tabir Asmara Jingga

~CERITA INI HANYA FIKTIP & BUALAN BELAKA UNTUK 90 TAHUN+++~ Hampir sembilan tahun telah berlalu usia perkawinan Vina, Dan selama tiga tahun berjalan Vina tak pernah lagi merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Seolah ia hidup seorang diri dan tak pernah ada seorangpun yang mengerti keinginan hati serta jiwanya. Berawal dari sang suami yang tak pernah pulang, Hingga terkadang lupa memberi nafkah dirinya serta anak semata wayangnya. Vinapun mencoba sabar dengan semua itu bahkan sebagai seorang wanita yang punya pendidikan cukup Vinapun mencoba mencari kerja sampingan dari berjualan produk kosmetik hingga bisnis dor to dor semua produk, Layaknya seorang sales. Namun apapun yang Vina usahakan tak pernah membuat hati sang suaminya berubah, Bahkan suaminya yang bernama Dahlan berani meminta uang dari hasil kerjanya dengan alasan yang bermacam-macam. Bagai sudah jatuh tertiban tangga pula, Itulah yang selalu Vina alami. Sebagai wanita yang tegar Vinapun mencoba ber...