Kamar nomor 404 di Apartemen Lavender seharusnya kosong. Setidaknya itulah yang tertulis di buku catatan Pak Wawan, penjaga gedung tua itu. Namun, setiap pukul dua pagi, harum melati yang ganjil selalu merayap keluar dari celah pintu kayu yang catnya sudah mengelupas itu. Satria, seorang fotografer lepas yang baru pindah ke unit tepat di depannya, awalnya tidak peduli. Hingga suatu malam, ia melihatnya sesuatu yang agak aneh? Di balkon kamar 404, sepotong lingerie putih berbahan sutra tipis tergantung di jemuran besi. Benda itu berkibar pelan tertiup angin malam, tampak kontras dengan dinding gedung yang kusam dan gelap. Satria merasa aneh; tidak ada orang yang menghuni kamar itu selama setahun terakhir sejak kasus "menghilangnya" seorang model majalah dewasa. Didorong rasa penasaran, Satria mulai mengamati melalui lensa tele kamera DSLR-nya. Malam Pertama ~ Lingerie itu basah, seolah baru saja dicuci. Malam Kedua ~ Lingerie itu masih di sana, namun ada...
Lampu gantung di butik antik 'RedRose' berkedip pelan, memantulkan cahaya pada sepotong busana yang berdiri angkuh di tengah ruangan. Sebuah gaun malam berbahan sutra merah darah, dengan potongan leher rendah dan sulaman benang emas yang tampak seperti pembuluh darah yang merambat. Vina Alfonita nampak terpaku.. Sebagai seorang desainer muda yang sedang mencari inspirasi, ia merasa gaun itu seolah bernapas dan punya pesona luar biasa. "Itu milik Nyonya Vina-Alfonita namanya sama denganmu," Bisik Pak Wawan, pemilik butik yang mempunyai tubuh agak bungkuk... "Ia memesannya untuk pesta dansa tahun 1970, tapi ia tak pernah sampai ke sana." Vina Alfonita tidak peduli pada takhayul. Ia membeli gaun itu dengan harga yang sangat murah, merasa telah menemukan harta karun yang menarik baginya. Sesampainya di Apartemennya keanehan mulai terjadi, malam pertama gaun itu tergantung di lemari apartemennya Vina bermimpi mendengar suara gesekan kain di la...