Langsung ke konten utama

Dapat Uang Kembalian Lebih



Saya sudah bangun sejak jam setengah 5 Shubuh tadi, setelah dari masjid sayapun kembali lagi kerumah hanya untuk membuat teh lalu bersantai, karena hari masih terlalu pagi sedangkan untuk berangkat kekota Jember sekitar jam 8.30, itupun saya harus menunggu kabar dari Ance sahabat karib saya.

Kota Surabaya nampak sejuk hari itu, karena saya numpang dirumah saudara jadi ada rasa sungkan kalau sudah bangun untuk tidur lagi. Sebenarnya saya enggan tinggal di Benowo Surabaya barat, berhubung saya ada bisnis di kota Surabaya akhirnya yaa saya bersilatuhrahmi kerumah saudara.

Namun mereka berpikir lain, dia mengira saya butuh tumpangan untuk tinggal sementara. Padahal tanpa tinggal disitupun saya masih bisa tinggal dirumah sahabat saya Ance. Berhubung ia memaksa akhirnya saya menurutinya saja untuk beberapa minggu kedepan.

Sebenarnya saya jenuh mondar-mandir Surabaya, Jember. Dengan jarak tempuh yang hampir 200KM jauhnya setara dengan Jakarta ~ Tasikmalaya. Cuma karena Ance banyak urusan juga yang harus diselesaikan di Kota Surabaya sayapun mengikuti saja keinginannya.

Dan tanpa sadar atau keasikan melamun saya tidak sengaja malah ketiduran disofa kamar, sampai ponsel saya berdering kala Ance memanggil saya, Langsung saya terkaget luar biasa.

"Iya nce sorry gue ketiduran barusan, pagi sih sudah bangun cuma karena lama menunggu gue ketiduran nih. Luh udah dimana Nce"?

"Gini Sat Nanti kita berangkat agak siang aja naik kereta, mobil gue mau service bulanan dulu takutnya kenapa-napa dijalan kita juga yang susah".

"Ooh noproblem Nce, lebih asyik malah biar suasana nggak ngebosenin"... Jawab saya santai.

"Ok Sat gue tunggu luh dirumah yaa jam 10 siang nanti kita mampir ketoko gue dulu yang di Surabaya timur, siangnya jam 1an baru kita baru berangkat ke Jember" Balas Ance kembali.

Sayapun pamit kepada saudara saya dan langsung berangkat walau masih menunjukan pukul 7.30 pagi, sisa waktu saya gunakan untuk mampir kerumah Ance setelah mengabarinya kembali, Ance pun tidak mempermasalahkannya.

Setelah berada diluar komplek perumahan saya tidak langsung berangkat ketempat Ance, melainkan mencari Agen Brilink untuk mrngambil uang karena uang didompet saya sudah menipis.

Akhirnya saya menemukan Agen Brilink meski masih tutup, tapi katanya jam 8 lewat akan buka, kata penjual aneka macam gorengan dan lontong balap ( Lontong sayur kalau di Jakarta ) kebetulan agen itu masih punya anaknya dan sang anakpun juga sedang sibuk membantu ibunya menyiapkan pesanan untuk para pelanggannya yang sedang menikmati lontong balap dan aneka macam gorengan.

"Nanti jam 8 lewat mas baru buka" Kata seorang wanita cantik anak penjual lontong balap itu dengan senyum manisnya.

"Nggih mbak" seru saya dan sambil menunggu sayapun ikut memesan lontong balap serta teh hangat manis dan menikmati aneka gorengannya.

Tak berselang lama Agen Brilink itu mulai buka dan saya orang pertama yang dilayaninya. Sayapun menarik saldo dari bank Jago milik saya sebesar satu juta rupiah ditambah sekaligus pemotongan biaya sarapan saya + isi pulsa kartu Byu. Sayapun menerima sisanya tanpa menghintungnya lagi dan langsung memesan ojek online menuju tempat kediaman Ance.

setengah jam lebih akhirnya saya sampai ditempat Ance, Dan Ance pun sudah menunggu saya. Sambil santai sayapun menumpahkan keluh kesah saya terhadap Ance, dan apa yang saya keluhkan juga sama dialami olehnya.

"Luh pikir gue nggak puyeng bolak-balik Surabaya ~ Jember, tapi mau gimana lagi urusan masih banyak yang belum terselesaikan, tinggal seminggu lagi sabar aja Sat" Serunya.

"Gue ngerti Nce, yaa mungkin karena gue bete tinggal dirumah saudara".

"Salah luh sendiri siapa suruh tinggal dirumah saudara luh"... Balasnya sambil tertawa terkekeh.

"Bukan kemauan gue Nce, yaa luh tahu kan saudara gue kaya gimana orangnya".

Kamipun tertawa bersama dan berkemas-kemas menuju Surabaya Timur hingga pukul satu siang saya dan ance tiba distasiun Surabaya Gubeng. Jam 13.55 keretapun tiba dan membawa kami ke Kota Jember. Setibanya di Jember saat hendak membeli makan malam saya sempat kaget ternyata uang saya yang saya ambil di Agen Brilink Surabaya masih utuh dan hanya terpotong 10 ribu rupiah.

Sayapun tertawa dan tidak mengerti dengan mbak pelayan di Brilink Surabaya, apa ia lupa atau bagimana? Berarti biaya sarapan serta teh manis dan pulsa kartu Byu, total keseluruhannya hanya 10 ribu rupiah. Setelah saya teliti dan saya ingat kembali ternyata tetap tidak berubah dan saya yakin si mbaknya yang keliru dan ceroboh dalam hal menghitung. Sayapun jadi tidak tega dan kasihan tetapi tidak mungkin saya balik lagi ke Surabaya.

Akhirnya mau tidak mau jika minggu depan saya balik ke Surabaya saya akan kembalikan uang kelebihan tersebut. Jujur kalau saya bersikap bodoh amat pun malah lebih untung, tetapi saya tidak mau seperti itu, karena saya juga punya usaha dan terkadang juga pernah mengalami hal yang sedemikian.

Seminggu telah berlalu akhirnya saya kembali lagi ke Surabaya. Dan menemui sang gadis pemilik Agen Brilink tersebut, iapun sepertinya sudah lupa dengan saya dan setelah saya tanya secara detail tentang kejadian minggu yang lalu ia baru ingat dengan saya lucunya lagi ia memang tidak ingat kalau memberikan uang berlebih kepada saya. Justru ia menanyakan kembali kepada saya. "Apakah mas ingin tarik Saldo lagi, atau ingin mengisi pulsa dan topup" Tanyanya dengan santai.

Sayapun semakin dibuat tertawa kembali olehnya, akhirnya saya jelaskan masalah minggu yang lalu secara perlahan dan detail, iapun mulai menyimak dan langsung teriak kaget. " Yaa ampun mas iya-iya saya baru ingat, aaduuh! Makasih banget mas, sudah mau kembali lagi dan mengingatkan saya" Serunya sambil memelas.

Sayapun segera mengebalikan uang tersebut kepada wanita pemilik Agen Brilink yang ternyata bernama Karmila. Dan dia pun bercerita mungkin ia lelah dari pagi buta harus sudah buka warung sarapan pagi hingga jam 8 lanjut lagi membuka kios agen Brilink, sedang suaminya buka agen Brilink ditempat yang berbeda yaitu di Surabaya timur. Atas kejadian itu saya mendapatkan bonus lontong balap gratis beserta aneka gorengan, dan kamipun sama-sama mengucapkan terimakasih.

Beberapa hari saya masih sering ke Agen Brilink tersebut untuk keperluan membeli pulsa data saja hingga pada akhirnya saya izin pamit kepada saudara saya untuk tinggal dikota Jember dan mengontrak disana, karena terlalu jauh untuk pulang pergi Surabaya ~ Jember. Dan sejak saat itu pula saya sudah tidak bertemu Karmila lagi dan tidak juga bisa menikmati kota Surabaya yang kalau siang panasnya tak jauh berbeda dengan kota Bekasi dan Depok.




~ THANK ~ YOU ~

Komentar

  1. Respect sama mas ya
    Tapi saya juga sekarang kalau dapat kembalian harus memastikan kembali jumlahnya bukan takut kurang, takut repot kalau yg dikembalikan itu lebih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas lebih jangan kurang juga jangan yaa..😊😊

      Hapus
  2. Angkat topi saya sama Mas Satria, sudah seminggu lebih masih ingat untuk mengembalikan uang yang lebih.

    Unik juga namanya lontong balap tapi dimakannya ngga ngebut kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angkat topi juga buat Suhu Herman. Tapi nggak biasa gue pake topi angkat tangan ajah dah.🤣🤣🤣

      Intinya gue juga pernah ngalamin kaya begitu Hu. Jadi setiap orang ngasih kembali lebih gue selalu ngingetin juga.😁😁

      Harus cepat makannya Hu dalam hitungan 1,2,3 🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  3. Wah asek nih
    Jadi bisa lebih akrab dan kenal dengan penjara konternya.
    pedekate.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas... Cuma nggak lama karena pada akhirnya pindah tempat kekota Jember.😁😁

      Hapus
  4. bagus lah mas.... memang harus dikembalikan, bukan hak kita juga kan... kalau udah masalah lupa bayar, kelebihan, duuuh jangan sampe.. balikin aja .. takutnya kalau di keep pun, ada balasannya... ntah uang kita hilang sebesar kelebihan yg kita terima itu...

    nginep di rumah saudara memang bikin risih kan.. aku juga tipe yg selalu nolak tiap diajak nginep hahahaha... ga enak aja, dan ga bebas juga . apalagi kalau bawa anak... langsung itu yg kujadikan alasan menolak ;p hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak karena hal seperti itu sering saya alami dan terus berulang. Jadi dimanapun saya berada jika dapat Uang kembalian lebih akan tetap saya kembalikan.😁

      Haahaa sama aku jga begitu niatnya mau silaturahmi malah dikira pengen numpang Yaa jadi risih niat pengen nolak malah kejebak.😂😂

      Hapus

Posting Komentar

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG YANG UHUUKK!! EEHEEEMMM!!


Postingan populer dari blog ini

Apakah Belanja Dengan Uang Cash Masih Berlaku Di Masa Mendatang?

Di era digital yang semakin canggih, dompet kita terasa semakin ringan. Kartu debit, kartu kredit, hingga aplikasi pembayaran digital kini mendominasi setiap transaksi. Muncul pertanyaan besar: Apakah uang tunai (cash) akan menjadi relik masa lalu, atau masih memiliki tempat di masa mendatang? 1. Dominasi Pembayaran Digital: Sebuah Keniscayaan Tidak dapat dimungkiri, tren global bergerak menuju masyarakat cashless. Kecepatan, kemudahan, dan keamanan (dalam konteks tidak perlu membawa uang fisik dalam jumlah besar) yang ditawarkan oleh pembayaran digital adalah daya tarik utamanya. Kemudahan dan Kecepatan: Pembayaran melalui QR code, contactless card, atau e-wallet hanya membutuhkan waktu beberapa detik, jauh lebih cepat daripada menghitung uang tunai dan menunggu kembalian. Data dan Pelacakan: Bagi konsumen, transaksi digital membantu pelacakan pengeluaran. Bagi bisnis dan pemerintah, data transaksi ini sangat berharga untuk analisis ekonomi dan perpajakan. Ino...

5 Permainan Anak 90,an Saat Bulan Puasa Dan Hari Lebaran

Anda yang pernah mengalami era 90,an tentunya pasti tahu akan sebuah permainan diawal atau akhir bulan puasa. Yaa memang sangat berbeda dengan era sekarang yang serbah canggih. Dan kalau boleh saya tahu yang merasa anak 90,an sebenarnya kangen nggak sama permainan yang sudah tertera diatas dan dibawah ini.? Atau mungkin anda sudah lupa, Atau pura-pura lupa..? 😂😂 Ok kalau begitu. Disini saya bukan ingin menanya lupa atau tidaknya dengan sebuah permainan jadul era 90,an. Tetapi sekedar ingin mengulas tentang permainan jadul anak 90,an kala menunggu saat berbuka puasa. Kalau anak sekarang bilang katanya Ngabuburit.? 😄 Sebenarnya apa bedanya sih permainan era 90,an dan sekarang, Kala menunggu waktu berbuka puasa. Yaa sudah barang tentu sangat berbeda. Meski ada beberapa yang masih kerap dipermainkan diera sekarang. Lalu apa saja permainannya berikut ulasan dibawah ini. 1. PETASAN & KEMBANG API Ilustrasi By : Poskota Yaa dari gambar pertama adalah...

Telat Mencabut

Kesibukkan bekerja membuat Agus lupa akan kesehatan tubuhnya hingga akhirnya ia harus dilarikan kerumah sakit terdekat karena sakit. akibat kurang teratur makan. Tiga hari kemudian teman kerjanya yang bernama Khanif datang menjenguknya, dan kebetulan memang hari itu tepat waktunya untuk jam kunjungan membesuk pasien. "Sorry banget Gus baru hari ini gue bisa datang membesuk luh kerumah sakit"... Kata Khanif teman kerjanya. Berhubung Agus orangnya sabar dan pemaaf meski baru sembuh dari sakitnya ia mencoba tersenyum kepada Khanif... "Nggak masalah Nif, nggak usah dipikirin toh hari ini luh sudah bertemu gue". "Eehhhmm, anu Gus, gue juga minta maaf, karena membesuk luh nggak bisa membawa apa-apa, soalnya gue juga baru sembuh dari sakit gigi Gus". Agus kembali tersenyum... "Aah! luh nggak usah sungkan-sungkan Nif sama gue, luh datang gue juga udah senang". Suasana menjadi hening sejenak sampai akhirnya Khanif kembali berbicara...

Cerpen : Cermin Kematian

~CERPEN : Cermin~Kematian~ Malam semakin larut Manda masih berdiri didepan cermin besar yang ada dikamarnya, dadanya berdesir, Manda takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang putri, katanya dalam hati. Ya, kau memang cantik, Manda. Wajahnya tersipu mendengar pujian itu. Pipinya merona. Merah muda. Ia tersihir oleh bayangannya sendiri. Bayangan ketika ia masih berada pada masa empat puluh tahun lalu. Wajahnya cerah, berseri-seri. Setengah terpana melihat kecantikannya sendiri. Rambutnya panjang, berwarna hitam kecokelatan, berkilat, bergelung seolah ombak. Dahinya licin. Matanya bulat, berbinar-binar. Hitam pekat seperti langit malam. Dikedip-kedipkannya matanya, hingga ia perhatikan bulu matanya yang tebal dan lentik. Tebal serupa alisnya yang melengkung menaungi sepasang matanya yang indah itu. Diturutkannya telunjuknya, dari hulu hingga muara alisnya. Cantik sekali dirimu, Manda membatin. Ya, kau memang cantik, Manda. Hidungnya, ...

Cerpen : Tabir Asmara Jingga

~CERITA INI HANYA FIKTIP & BUALAN BELAKA UNTUK 90 TAHUN+++~ Hampir sembilan tahun telah berlalu usia perkawinan Vina, Dan selama tiga tahun berjalan Vina tak pernah lagi merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Seolah ia hidup seorang diri dan tak pernah ada seorangpun yang mengerti keinginan hati serta jiwanya. Berawal dari sang suami yang tak pernah pulang, Hingga terkadang lupa memberi nafkah dirinya serta anak semata wayangnya. Vinapun mencoba sabar dengan semua itu bahkan sebagai seorang wanita yang punya pendidikan cukup Vinapun mencoba mencari kerja sampingan dari berjualan produk kosmetik hingga bisnis dor to dor semua produk, Layaknya seorang sales. Namun apapun yang Vina usahakan tak pernah membuat hati sang suaminya berubah, Bahkan suaminya yang bernama Dahlan berani meminta uang dari hasil kerjanya dengan alasan yang bermacam-macam. Bagai sudah jatuh tertiban tangga pula, Itulah yang selalu Vina alami. Sebagai wanita yang tegar Vinapun mencoba ber...