Langsung ke konten utama

Apakah Belanja Dengan Uang Cash Masih Berlaku Di Masa Mendatang?



Di era digital yang semakin canggih, dompet kita terasa semakin ringan. Kartu debit, kartu kredit, hingga aplikasi pembayaran digital kini mendominasi setiap transaksi. Muncul pertanyaan besar: Apakah uang tunai (cash) akan menjadi relik masa lalu, atau masih memiliki tempat di masa mendatang?


1. Dominasi Pembayaran Digital: Sebuah Keniscayaan

Tidak dapat dimungkiri, tren global bergerak menuju masyarakat cashless. Kecepatan, kemudahan, dan keamanan (dalam konteks tidak perlu membawa uang fisik dalam jumlah besar) yang ditawarkan oleh pembayaran digital adalah daya tarik utamanya.

Kemudahan dan Kecepatan: Pembayaran melalui QR code, contactless card, atau e-wallet hanya membutuhkan waktu beberapa detik, jauh lebih cepat daripada menghitung uang tunai dan menunggu kembalian.

Data dan Pelacakan: Bagi konsumen, transaksi digital membantu pelacakan pengeluaran. Bagi bisnis dan pemerintah, data transaksi ini sangat berharga untuk analisis ekonomi dan perpajakan.

Inovasi: Munculnya teknologi baru seperti Central Bank Digital Currencies (CBDC) menunjukkan komitmen bank sentral dunia untuk ikut dalam pergeseran ini.


2. Mengapa Uang Tunai Masih Bertahan?

Meskipun digitalisasi melaju kencang, uang tunai memiliki karakteristik fundamental yang sulit digantikan oleh bentuk pembayaran digital mana pun.


A. Isu Privasi dan Anonimitas

Uang tunai adalah satu-satunya metode pembayaran yang menawarkan anonimitas mutlak. Setiap transaksi digital meninggalkan jejak data yang dapat diakses oleh pihak ketiga (bank, perusahaan teknologi, atau pemerintah). Bagi sebagian besar orang, terutama yang menghargai privasi finansial, uang tunai adalah benteng terakhir melawan pengawasan data.


B. Inklusi Finansial dan Keterbatasan Teknologi

Tidak semua orang memiliki akses atau literasi teknologi yang memadai. Uang tunai adalah alat pembayaran yang inklusif secara universal.

Daerah Terpencil: Di wilayah dengan infrastruktur internet atau listrik yang buruk, uang tunai adalah satu-satunya opsi yang andal.

Kelompok Lansia: Banyak orang tua yang merasa lebih nyaman dan aman menggunakan uang fisik daripada menghadapi antarmuka aplikasi yang kompleks.

Bencana Alam: Ketika jaringan komunikasi dan listrik terputus, sistem pembayaran digital lumpuh, sementara uang tunai masih bisa berfungsi.


C. Kontrol Anggaran dan Keamanan Psikologis

Secara psikologis, mengeluarkan uang fisik (melihat uang kertas berkurang) memberikan rasa kontrol yang lebih kuat terhadap pengeluaran. Ini membantu beberapa individu untuk berbelanja secara lebih bijak dibandingkan hanya menggesek kartu. Selain itu, uang tunai juga tidak memerlukan baterai, tidak rentan terhadap serangan siber, atau server down.


3. Prediksi di Masa Mendatang

Di masa depan, uang tunai kemungkinan besar tidak akan hilang sepenuhnya, melainkan akan berevolusi dan mengambil peran yang lebih spesifik.

A*** TRANSAKSI KECIL/MIKRO MISALNYA : Parkir, warung Masih Relevan Untuk kecepatan tanpa biaya administrasi. Atau Sangat Dominan: Melalui QRIS/e-wallet.

B*** TRANSAKSI BESAR MISALNYA : Elektronik, tiket pesawat. Lebih aman dan praktis secara digital Karena faktor keamanan dan kemudahan pencatatan.

C*** ISU PRIVASI MISALNYA : Donasi, hadiah Pilihan utama menjamin anonimitas, kurang Populer. Kecuali menggunakan layanan anonimitas khusus.

D*** KONDISI DARURAT MISALNYA : Listrik padam satu-satunya solusi sebagai backup sistem pembayaran. Tidak berfungsi tergantung pada infrastruktur.


Kesimpulan :

Masa depan mungkin adalah era di mana transaksi harian sebagian besar dilakukan secara digital. Namun, uang tunai akan tetap relevan sebagai alternatif yang vital dan jaring pengaman dalam sistem pembayaran.

UANG TUNAI AKAN TERUS BERFUNGSI SEBAGAI :

Penjaga privasi untuk mereka yang menolak pelacakan data finansial.

Jembatan inklusi untuk masyarakat yang belum terjamah teknologi.

Mekanisme Backup: Sebagai alat pembayaran yang berfungsi tanpa bergantung pada listrik atau internet. Oleh karena itu, alih-alih menghilang, uang tunai di masa depan kemungkinan akan hidup berdampingan dengan pembayaran digital, memastikan bahwa setiap orang—terlepas dari lokasi atau kemampuan teknologi—memiliki opsi yang andal untuk bertransaksi.

Nah, bagaimana dengan anda suka pembayaran dengan sistem digital atau tetap bangga menggunakan uang Cash? Baik apapun itu saya juga sangat mendukung dengan adanya pembayaran dengan uang Cash. Karena uang tetap alat pembayaran yang Sah.

Karena sehebat-hebatnya Teknologi digital jika listrik mati, atau sistem error mereka bisa apa?😩



~ THANK ~ YOU ~

Komentar

  1. Aku suka pakai qris kalo bayar di minimarket soalnya bisa bayar pas. Misalnya belanja 25.600 bayarnya ya segitu. Kalo cash biasanya di tanya, 400 nya buah donasi ya.

    Kan lumayan 400 kali berapa transaksi dalam sebulan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas...Jadi intinya lihat sikon aja yaa.😁😁

      Hapus
  2. Kalo aku jarang sekali pakai Qris, soalnya tinggal di desa jadi pakai uang cash. Tapi aku lihat satu dua toko sembako sudah mulai ada, tapi biasanya pakai Dana.

    BalasHapus
  3. Mau uang cash atau Qris intinya tinggal mau kitanya aja kang, Bayar Cash nggak masalah, Qris juga nggak masalah.😁😁

    BalasHapus
  4. Biasanya toko sembako yang jadi agen yang menyediakan Qris, kalo toko sembako kecil ngga ada, katanya ribet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung orangnya juga sih...kalau dijakarta kang bakso keliling aja pada pake Qris.

      Tapi kalau nggak juga nggak masalah. Malah lebih enakan uang cash tanpa proses bla bla bla lainnya.😁😁

      Hapus
  5. Saya lebih suka uang kas dan sampai saat ini ngga punya qris entah sepuluh atau dua puluh tahun lagi, entah

    Btw, kok musik blog saya mati ya padahal ngga pernah diutak-atik, apa sekarang ngga mendukung file lagu di google Drive kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Noproblem Huu uang cash justru lebih mudah dan simple. Intinya gunakan saja yang kita suka.😊😊

      Betul Hu...Google Drive udah nggak bisa buat audio lagi. Ntah kenapa gue juga nggak tahu. Ganti hosting lain aja Huu... Atau inbok gue di FB atau IG ntar gue kasih link hosting gratis.

      Pake pengunduh tiktok juga bisa Hu, atau pengunduh Youtube. Inbok gue aja kalau minat Huu.

      Hapus
    2. Di upload ke tusfiles aja mas, biar dapat dolar.🤣🤣🤣

      Hapus
    3. Tusfiles udah kaga bisa...Bisanya cari Rondo doang.🤣🤣🤣

      Hapus
    4. Masa sih tusfiles bisa cari Rondo, jadi penasaran. Bikin akun lagi ah.

      Masih main Facebook, Mas?

      Hapus
    5. Masih kok Kadang masih suka buka FB.

      Hapus
    6. Sudah jarang, kadang emang main tapi karena di beranda ngga ada yang kenal akhirnya pindah ke blog aja

      Hapus
    7. Saya masih buka Facebook tapi cuma buat share postingan aja sama nambahin teman tapi ngga pakai messenger.. wkwkwk.

      Hapus
    8. Nama FBnya Huu... Biar gue Add.

      Hapus
  6. kayaknya di masa depan pembayaran pake kripto semua mas... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaahaaa🤣🤣 Hebat negara kita kalau masa mendatang pake Kripto

      Akan banyak pula Aki2 yang minta kawin lagi karena maskawinnya Kripto.🤣🤣

      Hapus
  7. Setelah korona, pembayaran cashless jadi primadona ya. Sekarang tinggal tap sudah beres.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul .mas... Tapi uang Cash juga tetap ada kok.😊😊

      Hapus
  8. Saya rasa masih akan terus digunakan. Jangan tanya alasannya kenapa .. sy bingung jelasinnya .. haha

    Sama seperti buku. Walau memiliki nilai berbeda ya kalau jadi analogi.. tapi di era digitil ini, buku cetak masih dicari dan saya juga masih baca.

    Tarik maaang ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat betul sekali yang mas katakan ini. Lanjuuutt!! 😁😊👍👍

      Hapus
  9. Uang Cash tetap perlu mas untuk jaga-jaga disaat darurat
    pernah baca berita gempa di taiwan yang mengakibatkan akses listrik dan internet terputus berhari-hari
    warganya saat itu sudah hampir semua transaksi penjualan menggunakan cashless sehingga saat darurat banyak yang kelimpungan bahkan hanya untuk membeli bahan pokok saja tak bisa karena tidak memiliki uang cash.

    belajar dari situ saya menyimpan beberapa uang cash untuk saat-saat darurat (semoga aja kita tidak sampai terkena situasi darurat ya)

    BalasHapus

Posting Komentar

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG YANG UHUUKK!! EEHEEEMMM!!


Postingan populer dari blog ini

5 Permainan Anak 90,an Saat Bulan Puasa Dan Hari Lebaran

Anda yang pernah mengalami era 90,an tentunya pasti tahu akan sebuah permainan diawal atau akhir bulan puasa. Yaa memang sangat berbeda dengan era sekarang yang serbah canggih. Dan kalau boleh saya tahu yang merasa anak 90,an sebenarnya kangen nggak sama permainan yang sudah tertera diatas dan dibawah ini.? Atau mungkin anda sudah lupa, Atau pura-pura lupa..? 😂😂 Ok kalau begitu. Disini saya bukan ingin menanya lupa atau tidaknya dengan sebuah permainan jadul era 90,an. Tetapi sekedar ingin mengulas tentang permainan jadul anak 90,an kala menunggu saat berbuka puasa. Kalau anak sekarang bilang katanya Ngabuburit.? 😄 Sebenarnya apa bedanya sih permainan era 90,an dan sekarang, Kala menunggu waktu berbuka puasa. Yaa sudah barang tentu sangat berbeda. Meski ada beberapa yang masih kerap dipermainkan diera sekarang. Lalu apa saja permainannya berikut ulasan dibawah ini. 1. PETASAN & KEMBANG API Ilustrasi By : Poskota Yaa dari gambar pertama adalah...

Telat Mencabut

Kesibukkan bekerja membuat Agus lupa akan kesehatan tubuhnya hingga akhirnya ia harus dilarikan kerumah sakit terdekat karena sakit. akibat kurang teratur makan. Tiga hari kemudian teman kerjanya yang bernama Khanif datang menjenguknya, dan kebetulan memang hari itu tepat waktunya untuk jam kunjungan membesuk pasien. "Sorry banget Gus baru hari ini gue bisa datang membesuk luh kerumah sakit"... Kata Khanif teman kerjanya. Berhubung Agus orangnya sabar dan pemaaf meski baru sembuh dari sakitnya ia mencoba tersenyum kepada Khanif... "Nggak masalah Nif, nggak usah dipikirin toh hari ini luh sudah bertemu gue". "Eehhhmm, anu Gus, gue juga minta maaf, karena membesuk luh nggak bisa membawa apa-apa, soalnya gue juga baru sembuh dari sakit gigi Gus". Agus kembali tersenyum... "Aah! luh nggak usah sungkan-sungkan Nif sama gue, luh datang gue juga udah senang". Suasana menjadi hening sejenak sampai akhirnya Khanif kembali berbicara...