Breaking

Friday, 27 March 2020

Kisah Kesabaran Seorang Istri & Mertua Bijaksana



Kali ini saya akan mengulas tentang suka duka pasangan dalan mengarungi bahtera rumah tangga, Karena tidak semua kehidupan orang dalam berumah tangga selalu berjalan dengan mulus. Terkadang ada saja masalah-masalah yang bisa memicu pertengkaran dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Nah sepert apa berikut kisah dibawah ini yang mungkin bisa jadi pelajaran hidup buat anda.

Suatu pagi Adam ke rumah ibunya dan mengambil makanan.

Ibu: Adam, kenapa kamu makan disini? Istrimu nggak masak?

Adam: Masak.

Ibu: Lalu?

Adam: Biarlah, aku mau makan di sini, malas aku makan di rumah.

Ibu: Kenapa? Kamu ada masalah dengan istrimu?

Adam: Iya Bu, dia seharian dirumah nggak ngapa-ngapain, aku yang capek pulang dari kantor tapi dia ngeluh capek.

Ibu: Memang dia selalu ngeluh?

Adam: Nggak sih Bu, akhir-akhir ini saja, tapi kan dia nggak aku suruh kerja di luar, cuma di rumah aja, jagain anak.

Kemudian Ibu menelpon istrinya dan kembali ke meja makan menemui Adam yang sedang makan.

Adam: Ibu sudah memarahinya?

Ibu: Iyaa...

Keesokan harinya Adam pulang sore hari. Dia melihat anaknya masih memakai baju tidur sambil main di lumpur depan rumah, yang satu tiduran di lumpur dan yang 1 lagi hampir saja tercebur ke got samping rumah. Dia lalu membawa anaknya masuk, sesampainya dirumah dia melihat banyak sekali kotoran ayam berserakan di dalam rumah.

Belum lagi rumah dan isi lemari sudah habis berserakan dibongkar anaknya tadi. Kaset kaset berserakan di lantai, bedak sudah bercampur dengan pasir di depan ruang TV. Lalu ia hendak ke kamar mandi memandikan anaknya, sampai di kamar mandi dia melihat air sudah membanjiri lantai sabun dan sikat gigi semua berserakan.

Isi kulkas sudah bercampur aduk. Adam makin emosi ketika melihat di tudung makan tidak ada apa-apa, tidak ada nasi atau yang lain yang bisa dimakan. Bahkan piring bekas kemaren masih berserakan di atas meja makan, susu anak pun sudah habis dan beerapa tumpah berserakan.

Baju pun masih menumpuk di kamar mandi...Rumah seperti kapal pecah.

Lalu dia kekamar dan mendapati istrinya sedang berbaring sambil mendengarkan musik memakai earphone dan ngemil sembari membalas chat di sosial media melalu smartphone-nya.

Amarah Adam akhirnya memuncak. Dia membawa kedua anaknya ke rumah ibunya dan hendak memberitahukan perilaku istrinya. Ketika sampai dirumah, ibunya menyambutnya dengan senyuman, namun Adam sudah penuh dengan amarah.

Akan tetapi Saat Adam ingin memulai berbicara, ibunya menyela dan berkata,,....."Iya nak, Ibu sudah tau, Ibu yang menyuruh dia untuk membiarkan semuanya berantakan."

"Ibu yang menyuruh dia untuk diam tanpa mengerjakan apapun"..

"Tidak memasak, tidak menyapu, tidak mencuci pakaian, tidak mencuci piring, tidak menjaga anakmu, dan tidak mengurus rumah"..

"Ibu juga menyuruhnya agar diam saja tanpa melakukan apa pun."

"Lalu bagaimana menurutmu?"....Tanya sang ibu kepada Adam anaknya, Iapun bicara kembali.

"Apakah ada yang mengurus anakmu jika istri mu hanya diam?"

"Apa ada yang memasak makanan untukmu jika istrimu hanya diam?"

"Apa ada yang mengurus pakaianmu dan anak-anakmu jika istrimu hanya diam?"

"Apa ada yang mengutus rumahmu jika istrimu hanya diam?"

"Apa ada yang menjaga anakmu untuk tidak membongkar semua isi lemari?"

"Untuk tidak membongkar isi kulkas?"

"Untuk tidak keluar rumah dan bermain lumpur?"

"Menjaga mereka agar tidak masuk ke got?"

"Agar mereka tidak menabur bedak di lantai, membawa pasir masuk ke dalam rumah, mencoret-coret dinding dan lain sebagainya?"

"Apa ada yang mengurus itu semua jika istrimu hanya diam di rumah?"

"Jika kamu bisa memilih apa kamu mau menjadi seorang istri yang hanya 'diam' di rumah?"

"Ibu rasa istrimu juga bisa mencari uang pergi ke kantor, bekerja dan pulang sore, tapi apa kamu bisa 'diam' di rumah seperti istrimu yang kamu anggap hanya diam di rumah?"

"Jangankan 24 jam mengurus anak, 10 menit saja disuruh nemenin anak main sebentar kamu nggak betah karena anakmu bandel, kamu capek kejar sana kejar sini, lalu apa kamu masih menganggap istrimu itu hanya diam di rumah?"

"Apa istrimu tidak pantas untuk mengeluh capek walau hanya sekali saja?"

"Apa hanya kamu yang lelah?"

"Dan apa sekarang kamu mau bertanya kenapa istrimu sudah tidak secantik dulu?"

"Apa kamu mau bertanya juga kenapa payudara istrimu kendor?

"Apa kamu mau bertanya juga kenapa istrimu nggak pernah dandan?"

"Kenapa istrimu nggak secantik wanita-wanita di luar sana?"

"Biar ibu kasih tahu,, Dan agar kau tahu juga".

"Jangan pernah kamu bandingkan kecantikan istrimu dgengan wanita muda di luar sana, karena istrimu sudah mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk mengabdi padamu."

"Jangan pernah bandingkan payudara istrimu dengan payudara wanita muda di luar sana yang masih kencang tegak menantang."

"Karena istrimu rela bentuk badannya berubah demi anak-anakmu mendapatkan ASI yg manfaatnya tidak bisa kau beli dengan uang sebanyak apa pun."

"Jangan pernah kamu bandingkan istrimu dengan wanita muda di luar sana yang terawat."

"Karena istrimu sudah menumpahkan segala waktunya untuk merawat anak-anakmu dan mengurus rumah tanggamu, Jangankan ke salon, pakai lipstik saja boro-boro, harga lipstik mahal."

"Cukup untuk beli susu anak."

"Pas mau dandan anakmu menjerit karena jatuh dari atas meja, Entah apa yang dilakukan anakmu di atas meja, Semua di panjat nya, lemari, kulkas, dll."

"kamu pikir istrimu sempat bergaya dan bagaimana dengan kamu?"

"Apa kamu pernah berinisiatif menjaga anakmu sebentar agar istrimu bisa ke salon melakukan perawatan?"

"Atau apa kamu mau sekedar membantunya menjemurkan kain saat pinggangnya sudah serasa hampir patah habis nyuci segerobak?"

"Dan apa pernah kamu tanya dia sudah makan atau belum?"

"Dia capek perlu dipijit atau tidak?"

"Hanya dia yang bertanya seperti itu padamu,, Walaupun dia ingin sekali kamu tanya demikian."

Mendengar nasehat dari ibunya Adam tertegun, terdiam sambil melihat kedua anak nya yang dalam waktu sebentar sudah berhasil membuat rumah nenek mereka menjadi lapangan bola.

Semua benda berjatuhan terkena tendangan bola, karena tidak ada yang mengawasi selama Ibu menasehati Adam.

Dia baru sadar bahwa jerih payah seorang istri tak bisa dibayar dengan apapun, perjuangan seorang istri tak tergantikan oleh apapun.

Tak ada yang mampu setegar dan sehebat seorang istri.

Air matanya hampir menetes jika teringat saat dia pulang kantor, dia membangunkan istrinya yang baru terlelap untuk membuatkan secangkir teh.

Walaupun mungkin istrinya lelah dan mengantuk, dia tetap bangun dengan ceria dan membuatkan teh untuk suaminya yang tidak tahu kelelahannya.

Adam ingin kembali ke rumah untuk meminta maaf kepada istrinya dan saat dia membuka pintu....Dia melihat istrinya sudah ada di depan pintu dan langsung memeluknya.

Istrinya juga menangis...

"Maafkan aku sayang".... kata Adam sambil menangis. Dan juga balas membelai-belai rambut istrinya.




Artikel Ini Telah Tayang Di Intisari.Grid.Id


~ SEMOGA ~ BERMANFAAT ~

31 comments:

  1. Replies
    1. Sama2 mbak Tira...Thanks juga atas waktunya.😊😊

      Delete
  2. Ada bagian yang kendor disebut2 😂ðŸĪ­

    Tapi, keren loh idenya 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apanya yang kendor mas...Apa suka juga sama yang kendor2..ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Delete
    2. Hahaahhaa ...
      Suka ngga yaa 😂

      Binung eh# bingung jawabnya ðŸĪĢ

      Delete
  3. Yaampun. Baca cerita ini bikin aku makin sayang sama istri. Makin cinta, makin mau bikin dia tambah bahagia. Masalahnya aku belum punya istri. Yaudah niatnya disimpan dulu. Btw menginspirasi banget loh buat nambah kedewasaan saat berumah tangga. Hal susu pun dibahas. Yes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mas....Oiya Btw jadinya sayang istri apa sayang Susu..ðŸ˜ąðŸ˜ąðŸ˜‚ðŸ˜‚ðŸ˜‚

      Delete
  4. subhanallah artikelnya keren kak

    www.rajaunik.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ok thanks yaa atas waktunya.😊😊

      Delete
  5. hahahaha, saya baru tahu deh blog ini, biasanya nongkrong di cerpen melulu di sebelah, ternyata ada blog lain juga, dengan akun berbeda pula hahahaha.

    Btw mengapa ya, suami istri yang awalnya menikah begitu kompak, seiring waktu jadi kayak kakak adik gitu, maksudnya kok jadi ada bagianku, bagianmu
    Aku capek kerja, istriku diam di rumah aja.

    Padahal kan mestinya sama-sama aja semuanya, kayak spirit di awal nikah dulu, bareng-bareng menjalani rumah tangga, istri adalah partner, suami adalah tukang kasih duit *eh salah maksudnya partner juga.

    Jadi keduanya kerjasama dengan baik.
    Mengapa ya bisa hilang spirit di awal dulu?
    Siapa yang ambil coba? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Elaa bujug..Onde-mande dia nongol di mari..ðŸĪŊðŸĪŊ

      Kenapa begitu yee..ðŸĪŊðŸĪŊ Dulu begitu romantis, Panggil sayang2...Terlebih kalau sang istri kesandung. "Pelan2..kalau jalan sayang"..ðŸĪŊðŸĪŊ

      Pas punya anak 2 jalan kesandung...."Mata luh buta, Jalan nyelonong aje"..ðŸĪŊðŸĪŊ

      Bisa begitu yaa...Katanya sih pengaruh kebutuhan yang meningkat dan desakan ekonomi yang kian tinggi. Itu juga berpengaruh mungkin. Karena dulu cuma berdua, Punya momongan 2 kian bertambah kebutuhannya jadi merasa main kuat2tan dalam ego.😊😊

      Suami dan istri partner itu memang benar.....Tapi kalau suami tukang ngasih duit mak Rey menyindir saya namanya.ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ Karena uang suami katanya uang istri..Lha kalau istri uangnya banyak bagaimana.ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Siapa yaa yang ngambil...Menurut saya Ego dan gengsi...Istri hebat akan bangga dengan kehebatannya.....Suami hebatpun demikian. Jadinya Gitu deh. Meski terkadang ada juga yang berbeda akan tetapi yang namanya Ego tetap selalu jadi masalah dari kedua Pasutri.ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Delete
    2. Baru tahu yang ini ya mbak, belum di wordpress, blog nive, dll, maklum jugaran blog mbak.😁

      Delete
    3. JAdi memang kudu dibalikin lagi seperti semula ya, sama-sama mengerti kalau menikah adalah partner, nggak ada bagianku bagianmu, tapi bagian kita.

      Nasi belum ada, yang lagi lowong ya masak nasi, duit lagi cekak, yang bisa cari duit ya cari.

      Coba kalau gitu ya, mungkin masalah rumah tangga akan lebih mudah diselesaikan.

      Etapi saya juga sadar sih, saya kadang pelit hahaha.
      Ya gimana dong, saya pengennya nabung, kerjasama di sini maksudnya, suami cari uang untuk sekarang, saya cari uang buat masa depan.

      Hanya saja memang mengkomunikasikan hal itu yang susah.

      Etdaahh malah curcol di sini hahaha

      Btw, ada lagi kah blog yang lain? saya punya banyak blog sih, tapi memang cuman buat blog utak atik kode hmtl, nggak digunakan.
      lah ini jago banget blognya banyak :D

      Delete
  6. Hiks hiks sedih bacanya.. sedih pengen pelukan juga tapi ga ada yg dipeluk 😆

    Yg keren dlm cerita ini ibunya, jarang2 ada ibu yg secerdik itu.. 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kok mas Jaey yang mau dipeluk, Mas Agus, Sama suhu Hermansyah bersedia. Bahkan ia pun mau diajak mangkal dilampu merah.ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ😋🏃🏃🏃🏃

      Delete
    2. Atas saya sepertinya cemburu karena ngga dipeluk kang jaey jadinya ngambek dan kabur. Mungkin mau nongkrong di lampu merah nunggu dipeluk satpol PP.😁

      Delete
  7. Syukurin tuh Adam satria diomelin sama mamanya, makanya jangan bandingkan Vina istrinya dengan cewek di hotel Alexis kang.

    Ingat Vina udah capek ngurus anak, belum ngurus Adam satria yang hobi mangkal. Jadi sayangi dia ya, jangan sayang sama janda muda sebelah.😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhaaahaaa!!...Suuee...Aslinya namanya bukan Adam, Tapi Agus kali.ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪŠðŸĪŠ

      Delete
    2. hahahaha, memangnya cewek di Alexis gimana sih? :D

      Delete
    3. Tahu tuh tanya sama si Agus yang biasa mangkal di Lamer.😁😁😁

      Delete
    4. Lho lhoooo, mas Agus. Diam-diam pernah ke Alexis ya? Eh, Alexis tuh apa sih? ðŸĪ­

      Delete
    5. Iyaalah mbak Roem diakan hobi manggkal jadi pasti tahulah Alexsis itu apa...😂😂😂

      Delete
  8. Jadi terharu deh baca cerita ini. Andaikan semua laki-laki paham bagaimana perjuangan wanita. Toh sebenarnya yang berjuang dalam rumah tangga gak cuma laki-laki doang kok, perempuan juga sama berjuangnya walaupun kata mereka-mereka 'cuma' ngurus rumah doang.ðŸ˜Ē

    Seharusnya jangan dipost dulu cerita ini, mas. Post nya tunggu tanggal 21 April atau 22 Desember aja, biar momennya pas. Tapi kalau terlanjur ya gapapa juga sih. Hehehe. Semoga banyak laki-laki yang pada baca.ðŸĪ­

    ReplyDelete
  9. Betul mbak Roem intinya suami istri harus saling bantu membantu dalam rumah tangga tanpa adanya perbedaan.😊😊


    Tunggu hari Kartini kelamaan mbak Roem, Lagian Kartini dulu sama sekarang beda banget.😂😂

    ReplyDelete
  10. Ibunya ngegas bgt yah, jgn2 suaminya dulu juga begitu, 😂

    ReplyDelete
  11. Mertua yang baik nggak musuhin menantu malah membelanya

    ReplyDelete
  12. ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG INI...SENYUM DONG JANGAN CEMBERUT GITU JELEK TAHUUU!!