Breaking

Friday, 9 August 2019

Gempa ~ Asmara



~ Kisah Sahabat Gw Waktu Gempa Melanda Jakarta Pada Jum,at Malam 2/8/2019.~


~ GEMPA ASMARA ~


Pukul 9.00 pagi namun terik matahari sudah memulai terasa membakar kulit seorang pemuda nampak tergesa-gesa menuju ruang pintu lif untuk segera menuju lantai 9 beruntung pintu lif yang akan ia masuki tidak terlalu banyak orang yang menuju lantai atas sehingga ia masih dapat mengatur napasnya yang tersengal-sengal akibat berlari dari lantai parkiran untuk menuju ruang kerjanya yang berada dilantai 9.


"Huuffss!! Hari yang menyebalkan sudah dijalan macet ditambah waktu gw memang kesiangan untuk sampai dikantor ini, Beruntung tidak ada jadwal onair hari ini".

5 menitpun telah berlalu akhirnya pemuda itupun tiba dilantai 9, Pintu lif terbuka iapun bergegas menuju ruang kerjanya yang masih beberapa langkah dari pintu lif tersebut. Tanpa pemuda itu sadari di jalur yang bersamaan seorang wanita pun nampak tergesa-gesa menuju pintu lif karena keduanya terburu-buru akhirnya keduanya saling bertabrakan.

Bruuugggg!!...

Karena memakai sepatu berhack tinggi kaki si wanita itu nampak tergelincir dan akhirnya hampir terjatuh beruntung pemuda itu sigap dan cepat hingga secara repleks iapun segera memegang tubuh sang wanita tersebut, Meski pada akhirnya keduanya tetap terjatuh dan salin berpelukan.

"Aaahhh!!" ....Seru si wanita tersebut dengan panik.

"Duuuhh...kalau jalan tidak lihat-lihat kau tidak apa-apa".....Seru pemuda itu.

"Iyaaa maaf saya terburu-buru".....Jawab sang wanita.

Akhirnya pemuda itu segera membantu sang wanita itu berdiri, Dan juga mengambil berkas yang berserakan dilantai.

"Ini berkas-berkasmu, Oiya siapa namamu"....Tanya pemuda itu.

"Terimah kasih, Namaku Novia Wardani"..

Pemuda itupun segera menyebutkan namanya....."Namuku Herman Kameswara kau baik-baik saja".....Tanya pemuda yang ternyata bernama Herman.

"Iyaa aku tidak apa-apa, Dan terimah kasih juga atas bantuannya permisi".

Dan akhirnya wanita bernama Novia itupun segera berlalu dari hadapan pemuda yang bernama Herman itu. Ia pun segera memasuki pintu lif yang mengarah turun hingga sosoknya lenyap turun dipintu lif. Pemuda bernama Herman itupun masih terus berdiri mematung memandangi kepergian wanita itu hingga akhirnya iapun melangkah menuju ruang kerjanya sesampainya diruangannya Hermanpun masih membayangi wanita cantik bernama Novia itu.

"Sepertinya aku baru melihatnya ia dikantor ini? Atau mungkin aku saja memang yang kurang perhatian karena terlalu banyak karyawan yang berkerja disini. Aahh! Sialnya aku terburu-buru karena kesiangan jadi tidak sempat menanyakan dibagian dan lantai berapa ia bekerja".

Setelah puas dengan lamunannya Hermanpun segera melakukan aktifitasnya sehari-hari diruang kerjanya hingga siang menjelang barulah ia segera turun dari lantai 9 menuju lantai bawah untuk istirahat dan bersantap siang.

Siangpun terus merambat dan langit pun masih biru disebuah kantin kantor setelah selesai menyantap makan siangnya pemuda bernama Herman masih belum beranjak dari tempat duduknya. Ia pun lalu memesan just dingin kesukaannya, Hingga matanya tertuju pada seorang wanita yang ia sudah kenal sejak lama.

"Ajeengg!!.."

Wanita itu segera menghampiri siapa yang telah memanggil namanya itu, Lalu tersenyum kepada pemuda yang bernama Herman itu.

"Ngapain luh disini Man....Tanya Ajeng yang memang sahabatnya.

"Sendang nyari luh jeng!, Dari sejak tadi"...Seru Herman.

"Haaahaaaa! Ngapain juga luh cari-cari gw? Pasti ada maunya, Haayoo ngaku"....Gurau Ajeng.

"Iyaa mungkin betul apa kata kau Jeng, Luh kenal wanita yang bernama Novia Wardani? Satu kantor dengan kita tetapi aku tidak tahu ia dilantai berapa, dan bagian apa"..

Ajeng pun terkejut, Namun tersenyum kembali......."Novia.W....Noviaa-Noviiiaa....Aahh gw inget yang luh maksud jangan-jangan Novia yang bagian periklanan mungkin? Yaa gw yakin cuma dia satu-satunya wanita yang nama belangkangnya W ....Karena nama Novi-Novi lainya lebih banyak tugas diluar ketimbang dikantor"....Jawab Ajeng.

"Lantai 5, Yakin luh Jeng".....Tanya Herman kembali.

"Gw rasa yakin".

"Ok kalau begitu thanks banget Jeng, Oiya kalau luh mau makan, Atau ngejust luh minta saja bilang sama kantin biar semuanya masuk ketagihan gw ok".....Lalu Herman segera berlalu dari kantin itu.

"Buru-buru amat luh Man? Atau mungkin luh takut yaa gw korek-korek masalah luh dengan Novi, Hanyoo ngaku!." .....Seru Ajeng kembali.

"Kerjaan gw lebih penting,, Dan hari ini memang lagi banyak-banyaknya".....Jawab Herman dan segera melangkah meninggalkan kantin.

"Hallaa!! Alesan aja luh... Besok kalau bisa kita ketemu lagi disini Man".....Seru Ajeng.

Herman pun tersenyum sambil melambaikan tangannya hingga akhirnya ia pun menghilang dibelokan pintu kantin tersebut. Dan untuk membuktikan omongan sahabatnya Ajeng, Herman pun berusaha menuju lantai 5 hanya sekedar memutari ruang kerja tersebut. Apa yang dikatakan Ajeng memang benar ternyata, Wanita yang ia maksud ternyata memang berada dilantai 5. Hingga akhirnya Herman mencoba berbasa basi kepada Novia, Meski apa yang dilakukannya berjalan mulus akan tetapi untuk bertemu Novia terkadang sangat sulit karena jadwal kerja Novia dan Herman sangat berbeda. Terkadang Herman libur kerja tetapi Novia masuk kerja, Bahkan sebaliknya. Hingga akhirnya Herman hanya bisa pasrah dengan keadaan, Dan bertemu dengan Novia bila dikantor saja, Karena keduanya sibuk dengan pekerjaannya yang selalu terus menuntut.


Malam kembali menjelma disebuah rumah nampak seorang pemuda sedang bersantai akan tetapi ia nampak resah seperti membingungkan akan sesuatu.

"Besok aku libur kerja pengennya santai dan bisa bertemu dengan Novia? Tetapi besok ia masuk kerja, Dan bertemu dikantor pun serasa menjenuhkan Huufffs!! Ditambah aku harus memperbaiki komputer serta perangkat kerja dan harus bolak-balik kekantor semua terasa menyebalkan"..

Akhirnya pemuda yang tak lain bernama Herman itu pun mencoba menenangkan pikirannya sambil sesekali menikmati teh hangatnya. Tak lama berselang ia pun menyulut rokok kesukaannya dan menyemburkan asapnya keudara sambil mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang.

"Hampir lupa kalau gw pernah janji mau berkunjung ketempat sahabat gw yang bernama Satria. Kira-kira besok dia ada dirumah tidak, Dan dia apa mau gw ajak main kekantor sambil membantu meringankan pekerjaan gw untuk membawa seperangkat komputer lama, Dan menggantinya dengan yang baru"..

Herman masih tetap duduk termenung selama beberapa menit hingga akhirnya ia mencoba menelpon sahabatnya yang bernama Satria.

"Iyaa haloo! Man tumben luh siang-siang begini telepon gw".....Seru Sahabatnya yang bernama Satria.

"Iyaa Sat, Luh nggak sibuk-sibuk bangetkan hari ini? Temanin gw ke kantor Sat, Bisa kan luh"...

"Maksud luh, Gw ke kantor luh gitu? "....Tanya Satria.

"Betul Sat bantu gw, Untuk menata ulang ruang kantor gw sekaligus mengganti perangkat komputer yang lama menjadi baru. Pokoknya luh tenang saja ada tipsnya deh! Sekaligus gw mau cerita soal cewek ke luh Sat"..

"Sekarang gw tidak bisa Man, Tapi sore baru bisa dan itu terserah luh deh"..

"Ok kalau begitu sore gw kabarin ke eluh, Lalu gw akan jemput luh, Oiya luh di toko atau dirumah Sat"....

"Ditoko, Gw tunggu kehadiranmu Man"..

Waktu terus berjalan matahari masih terik memancarkan sinarnya. Sebuah mobil Nisan Serena meluncur dengan santai dijalan kota yang selalu tak pernah sepi hingga malam sudah menjelma. Musik pun terus mengalun dalam mobil itu, Hingga sekitar pukul 16:10 Sore mobil yang dikemudikan Herman berhenti disebuah pertokoan. Dan tidak beberapa lama ia pun mencoba berjalan beberapa langkah untuk menemukan seseorang. Setelah bertemu akhirnya keduanya segera berangkat menuju tempat yang sudah ia tentukan.

"Sampai jam berapa kita berada dikantor ini".....Tanya Satria kepada Herman.

"Kau tenang saja Sat, Yang jelas tidak sampai 9 malam kita disini".....Jawab Herman kepada sahabatnya.

"Lalu dimana wanita yang selalu jadi impian luh"....Tanya Satria kembali.

"Beda lantai Sat, dan terkadang gitu deh gw libur dia masuk, Dan sebaliknya"....Jawab Herman sambil membereskan perangkat komputer yang akan ia ganti.

"Kalau momentnya seperti itu yaa luh harus bisa ngantar dia pulang? Meski tidak setiap hari pasti nantinya luh punya kesan menarik selama berdua dengannya. Meski cuma mengantarnya pulang".....Seru Satria santai.

Sedang asik mengobrol dan curhat ternyata Herman lupa untuk menyusun jadwal iklan yang akan tayang untuk esok hari. Akhirnya ia pun juga minta bantuan kepada Satria untuk menemaninya diruang studio untuk menyusun jadwal-jadwal iklan, Akhirnya keduanya menuju ruang studio yang memang masih dilantai 9.

"Kita keruang studio dulu Sat",....Seru Herman.

"Luh aja man, Gw biar disini saja".....Jawab santai Satria.

"Luh harus ikut Sat, Karena sebentar saja, Dan setelah ini kita pulang. Namun sebelum pulang aku ingin kelantai 5 dulu Sat"......Seru Herman.

Akhirnya mau tidak mau Satria pun mengikuti Herman menuju ruang studio. Setelah berada disana Herman pun langsung fokus untuk menyusun program iklan untuk tampil esok hari, Setelah semuanya hampir selesai Herman pun mulai tersenyum. Berbeda dengan Satria ia merasakan ada keanehan pada gedung dilantai sembilan itu, Awalnya Satria hanya biasa saja namun lama-kelamaan gedung ini sendiri makin terus bergoyang-goyang dan lampu-lampu serta kamera pun bergetar sangat hebatnya, Hinggg Satria memutuskan untuk turun dari gedung berlantai 9 itu dan berkata kepada Herman.

"Ini seperti gempa Man lekas tinggal kan tempat ini" .......Seru Satria sambil berlari menuju arah tangga darurat gendung Tv swasta tersebut.

"Iyaa!! ...Kau benar Sat, Geemppaaa!!...Tunggu gw Saat!!"....Seru Herman sambil berlari menyusul Satria yang sudah hampir mencapai tangga darurat gedung tersebut.

Entah apa penyebabnya dan berasal dari mana asal sumber gempa bumi yang melanda kota Jakarta itu, Ternyata semuanya cukup membuat karyawan perusahaan Tv swasta itu panik dan saling dorong-mendorong untuk meninggalkan gedung tersebut agar bisa keluar. Baik Herman dan Satria keduanya sempat tegang namun 5 menit berlalu akhirnya Keduanya bisa sedikit menenangkan diri. Hingga sesampainya dilantai 5, Herman berkata kepada Satria bahwa ia khawatir dengan wanita bernama Novia.

"Sorry Sat gw ingin kelantai 5 dulu baru bisa keluar gedung ini, Gw ingin menjemput Novia, Kalau luh ingin duluan segeralah kebawah dan carilah Ajeng dilantai 1"....Seru Herman.

"Satria pun hanya tersenyum kemudian dia sudah meninggalkan herman menuju lantai paling dasar dan terus menuju keluar gedung. Herman pun terus menelusuri ruang lantai 5 hingga akhirnya ia bertemu dengan orang yang dicari.

"Nooviiaa!!....Seru Herman.

Novia pun mengenali orang yang memanggilnya, Dan tanpa ragu ia pun menghampiri Herman.

"Mas Herman"....Seru Novia kembali.

"Lekas Nov kita keluar gedung apa kau ingin mati konyol disini" .....Seru Herman sambil menarik tangan Novia untuk menuju tangga darurat.

"Tapiii...Pekerjaanku tinggal sedikit lagi mas Her".

"Tak usah kau turuti pekerjaan itu Nov, Aku juga banyak pekerjaan yang belum selesai".

Akhirnya Novia pun menuruti apa yang dikatakan Herman. Ia pun akhirnya menurunin tangga darurat untuk menuju lantai dasar dan segera keluar gedung. Bagai seorang kekasih Herman terus memegang tangan Novia, Dan tak ingin melepaskannya. Hingga ia dan Novia telah berada diluar gedung. Dan ribuan orang sudah ramai dengan segala macam aksi serta clotehnya membahas gempa yang baru saja melanda jakarta pada pukul 18:55 pm. Karena terlalu banyak orang akhirnya Herman pun memilih mengajak Novia kekantin dekat dengan dia memarkirkan kendaraannya. Meski ia belum menemukan Satria sahabatnya tetapi ia yakin Satria bakal menuju tempat ia dan Novia menunggu, sambil bersantai menghilangkan ketegangannya akibat pengaruh gempa.


Herman pun sempat resah karena Satria tidak juga muncul, Dan selagi ia termenung Novia pun mulai bertanya.

"Apakah kita akan disini terus Mas Her".....Tanya Novia.

"Eeehh!, Iya kita akan segera pulang, Tetapi aku sedang menunggu sahabatku terlebih dahulu. Tetapi jika ia tak muncul kita pulang duluan saja Nov".....Jawab Herman.

Jenuh Karena menunggu terlalu lama, Akhirnya Herman dan Novia segera menuju parkiran. Meski sudah didalam mobil namun akhirnya mobil yang dikemudikan Herman pun mulai berjalan menuju keluar dari parkiran gedung. Setelah mobil berada diluar gedung dan hendak melaju kejalan Kota. Tiba-tiba sebuah mobil Toyota Yaris membuntuti sambil membunyikan klakson panjang. Herman dan Novia pun sempat terkejut, Meski akhirnya Herman tahu pengemudi mobil itu adalah Ajeng teman kerjanya. Dan ternyata Satria pun ada bersamanya, Bahkan mobil yang dikemudikan Ajeng segera memotong kendaraan Herman. Hingga akhirnya ia menghentikan laju kendaraannya.

"Aassiikkkk!!...Sampai lupa teman dengan alasan gempa".....Seru Satria.

"Sorry Sat, Gw udah cari luh dan hampir menunggu dikantin, Luh mau bareng sama gw apa gimana"......Tanya Herman.

Namun perkataan Herman disahuti oleh Ajeng teman kantornya......."Haahaa!!...Ternyata Gempa itu bisa menjadi sesuatu yang gimana yaa!!.."

Satria pun ikut menimpali Ajeng......."Menjadi sesuatu yang bisa melupakan sahabatnya sendiri entah apa penyebabnya"......Seru Satria. Akhirnya Ajeng dan Satria pun tertawa bareng.

Merasa tersindir akhirnya Herman pun meninggalkan kedua sahabatnya itu, Meski kedua sahabatnya itu masih mengikuti ia dari belakang karena arah mereka memang sama. Didalam mobil Herman, Novia yang sejak tadi hanya diam mulai bertanya kepada Herman.

"Sebenarnya ada apa sih mas Her? Aku jadi tidak enak nih".....Tanya Novi bingung.

"Oohh kau tenang saja Nov, Biasalah mereka itu biang-biang gosip dan selalu begitu setiap hari".

"Yaa tapi itu sahabatmu juga kan, Dan justru aku menjadi tidak enak mas Her"..

"Kau betul Nov, Tapi kau tak perlu panik nanti juga kau tahu sifat-sifat mereka, Dan kita bicara yang lain saja yaa!"...Jawab Herman sambil tersenyum.

"Oiya gimana perasaan kamu waktu tahu ada Gempa dikantor kita".....Tanya Herman.

"Kamu tuh lucu yaa mas Her, Yaa yang namanya Gempa pastilah semua orang panik, Bimbang, Dan tentunya berusaha menyelamatkan diri dong"....Jawab Novi sambil tersenyum.

"Iyaa mungkin pada umumnya seperti itu, Tetapi bagi diriku dengan adanya Gempa ini aku malah senang dan bahagia Nov"..

Novia pun menjadi bingung dan kembali bertanya kepada Herman...."Bahagia dan senang bagaimana mas Her, Aku tidak mengerti".

"Yaa bahagialah, Karena adanya gempa aku bisa dekat kamu dan bisa pulang bareng seperti sekarang ini"....Jawab Herman santai.

"Iiihh, Kamu ini ngaco dan ada-ada saja"...

"Seriuslah Nov, Justru aku ingin setiap hari bisa pulang bersamamu. Apapun itu baik Gempa yang melanda kantor kita, Dan Gempa dihatiku asal ada kamu hatiku selalu senang Nov"..

Raut muka Novia pun bersemu merah. Tak ada kata yang bisa ia katakan, Novia pun hanya tertunduk malu keduanya hanya saling pandang hingga tak terasa akhirnya perjalanan mereka sampai ditempat tujuan yaitu rumah Novia. Herman pun tidak langsung pulang, Karena ternyata Novia hanya seorang diri tinggal dirumah itu sama seperti dirinya. Akhirnya keduanya pun saling menceritakan tentang pribadinya masing-masing. Dan tanpa menunggu lama keduanya resmi menjadi sepasang kekasih. Meski beda ruang kerja serta jadwal kerja? Akan tetapi keduanya selalu bisa mencuri waktu agar dapat pulang bersama dan selalu berjanji sehidup semati.


~ THE ~ END ~



15 comments:

  1. Berkah gempa akhirnya jadi sepasang kekasih..hihihi

    ReplyDelete
  2. Terjatuhnya romantis sekali ya, jadi kayak mirip-mirip di sinetron itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Actionnya seperti itu, Dan faktanya memang benar katanya..😄😄

      Delete
  3. Padahal aslinya kisah kang satria sama rongdonya, kenapa jadi mas Herman sama Novia?

    Tapi berkat gempa itu, akhirnya jadi sepasang kekasih dan akan ada gempa lagi selanjutnya yaitu di kasur ooppsss...😂

    ReplyDelete
  4. wah unik juga cara jadiannya cerpen bagus bang satria

    ReplyDelete
  5. waaah, sweet sekali kisahnya kak.. nyata atau fiktif kah qiqiqi..

    ReplyDelete
  6. sangat romantis sekali... yg bikin berkurang romantisnya. yg cewek namanya novia, keren.. kayak yg di cerpen2.. tapi yg cowok namanya kok herman...kayak penjual rawon. haha... pissssss

    ReplyDelete
  7. bisa dibuta film ni gan. hahaha

    ReplyDelete
  8. ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG INI...SENYUM DONG JANGAN CEMBERUT GITU JELEK TAHUUU!!