Langsung ke konten utama

Beberapa Negara Eropa Yang Memajukan Produk Indomie Dinegaranya




Indonesia termasuk dalam daftar negara di dunia dengan konsumsi mi instan terbanyak. Salah satunya yang paling populer adalah Indomie. Harganya yang terjangkau membuat banyak orang selalu memburunya.

Selain murah, cita rasanya yang khas membuat banyak orang kangen. Bahkan saking enaknya, banyak negara lain yang menjual mi instan Indonesia ini.

Produk ini bahkan sudah diekspor bahkan memiliki pabrik di negara lain seperti di Afrika dan Timur Tengah. Indomie juga diekspor ke sejumlah negara di Asia, Eropa hingga Amerika.

Dilansir dari Antara dan berbagai sumber lainnya, berikut ini ada enam negara yang cukup sukses menjual Indomie.



1. ARAB SAUDI

Timur Tengah merupakan pasar besar bagi Indomie, salah satunya di Arab Saudi. Larisnya mi instan tersebut di Arab Saudi ikut juga didukung oleh keberadaan toko-toko Indonesia di sana. Bahkan, di Arab Saudi ada sekitar 1200 toko yang khusus menjual makanan Indonesia. termasuk Indomie tentunya.



2. HONGKONG

Beberapa tahun lalu, Indomie pernah mengalami masalah di Hong Kong. Itu terjadi hanya karena masalah standard kecap manis. Hong Kong termasuk negara yang sangat menggemari mi instan Indonesia ini.

Varian Mie Goreng sangat populer di sana. Di sejumlah minimarket juga bisa dimasak, lalu disantap sambil berjalan. Di beberap sekolah, juga banyak yang menjual Mie Goreng dari Indomie.



3. ITALIA

Indomie juga merambah Eropa. Salah satunya di Italia yang juga menyukai Indomie. Jangan kaget kalau Anda berjalan-jalan di kota Milan, Italia, dan melihat ada restoran yang menjual menu Indomie Goreng.

Mi instan Indonesia ini ternyata dijual di CKN&CKN, salah satu restoran halal yang ada di Milan. Pemilik restoran tersebut adalah Osama, warga negara Mesir yang sudah lama tinggal di Milan. Osama sendiri sudah memiliki tujuh cabang di berbagai pelosok Milan dengan berjualan mi goreng Indonesia.



4. AMERIKA SERIKAT

Beberapa produk halal Indonesia sudah dijual di sejumlah supermarket besar di Chicago dan online seperti Indomie, keripik kentang, ubi, singkong dan banyak lagi. Minat masyarakat Amerika Serikat (AS) cukup tinggi dan beberapa supermaket besar sudah banyak yang menjual Indomie.



5. AUSTRALIA

Ada cerita menarik dari keberhasilan Indomie di Australia. Pada Agustus 2018, para narapidana di penjara Victoria mendapatkan jatah mi instan dengan merek Indomie. Mereka bisa mendapatkan Indomie dari upah yang diperoleh saat bekerja di dalam tahanan.

Setelah mendapatkannya, mereka diizinkan menjual jatah pribadi mereka kepada napi lain. Praktik ini dinilai bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan narapidana.



6. NIGERIA

Afrika juga merupakan pasar terbesar Indomie di luar negeri. Nigeria termasuk negara Afrika yang sangat menyukai Indomie. Bahkan sebuah warung mi milik seorang warga Nigeria sempat menjadi viral.

Warung milik Aboki di Lagos, Nigeria itu berhasil mendatangkan banyak pembeli.Menu yang terkenal dari warung ini adalah ABK Noodles, yang ternyata adalah nama lain dari Indomie. Banyak warga sekitar yang menyukai mi buatan dari Aboki ini.

Dalam sebuah video, beberapa orang terlihat sedang menunggu pesanannya. Aboki memasak dengan cara yang berbeda serta menambahkan beberapa bahan tambahan, seperti wortel, tomat, cabai, timun, dan lainnya pada mi yang disajikannya.




Sumber : m.Liputan6.com



~ SEMOGA ~ BERMANFAAT ~

Komentar

  1. Promo www.Fanspoker.com :
    - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
    - Bonus Cashback 0.5% Setiap Senin
    - Bonus Referal 20% Seumur Hidup
    || bbm : 55F97BD0 || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    BalasHapus

Posting Komentar

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG YANG UHUUKK!! EEHEEEMMM!!


Postingan populer dari blog ini

Apakah Belanja Dengan Uang Cash Masih Berlaku Di Masa Mendatang?

Di era digital yang semakin canggih, dompet kita terasa semakin ringan. Kartu debit, kartu kredit, hingga aplikasi pembayaran digital kini mendominasi setiap transaksi. Muncul pertanyaan besar: Apakah uang tunai (cash) akan menjadi relik masa lalu, atau masih memiliki tempat di masa mendatang? 1. Dominasi Pembayaran Digital: Sebuah Keniscayaan Tidak dapat dimungkiri, tren global bergerak menuju masyarakat cashless. Kecepatan, kemudahan, dan keamanan (dalam konteks tidak perlu membawa uang fisik dalam jumlah besar) yang ditawarkan oleh pembayaran digital adalah daya tarik utamanya. Kemudahan dan Kecepatan: Pembayaran melalui QR code, contactless card, atau e-wallet hanya membutuhkan waktu beberapa detik, jauh lebih cepat daripada menghitung uang tunai dan menunggu kembalian. Data dan Pelacakan: Bagi konsumen, transaksi digital membantu pelacakan pengeluaran. Bagi bisnis dan pemerintah, data transaksi ini sangat berharga untuk analisis ekonomi dan perpajakan. Ino...

5 Permainan Anak 90,an Saat Bulan Puasa Dan Hari Lebaran

Anda yang pernah mengalami era 90,an tentunya pasti tahu akan sebuah permainan diawal atau akhir bulan puasa. Yaa memang sangat berbeda dengan era sekarang yang serbah canggih. Dan kalau boleh saya tahu yang merasa anak 90,an sebenarnya kangen nggak sama permainan yang sudah tertera diatas dan dibawah ini.? Atau mungkin anda sudah lupa, Atau pura-pura lupa..? 😂😂 Ok kalau begitu. Disini saya bukan ingin menanya lupa atau tidaknya dengan sebuah permainan jadul era 90,an. Tetapi sekedar ingin mengulas tentang permainan jadul anak 90,an kala menunggu saat berbuka puasa. Kalau anak sekarang bilang katanya Ngabuburit.? 😄 Sebenarnya apa bedanya sih permainan era 90,an dan sekarang, Kala menunggu waktu berbuka puasa. Yaa sudah barang tentu sangat berbeda. Meski ada beberapa yang masih kerap dipermainkan diera sekarang. Lalu apa saja permainannya berikut ulasan dibawah ini. 1. PETASAN & KEMBANG API Ilustrasi By : Poskota Yaa dari gambar pertama adalah...

Telat Mencabut

Kesibukkan bekerja membuat Agus lupa akan kesehatan tubuhnya hingga akhirnya ia harus dilarikan kerumah sakit terdekat karena sakit. akibat kurang teratur makan. Tiga hari kemudian teman kerjanya yang bernama Khanif datang menjenguknya, dan kebetulan memang hari itu tepat waktunya untuk jam kunjungan membesuk pasien. "Sorry banget Gus baru hari ini gue bisa datang membesuk luh kerumah sakit"... Kata Khanif teman kerjanya. Berhubung Agus orangnya sabar dan pemaaf meski baru sembuh dari sakitnya ia mencoba tersenyum kepada Khanif... "Nggak masalah Nif, nggak usah dipikirin toh hari ini luh sudah bertemu gue". "Eehhhmm, anu Gus, gue juga minta maaf, karena membesuk luh nggak bisa membawa apa-apa, soalnya gue juga baru sembuh dari sakit gigi Gus". Agus kembali tersenyum... "Aah! luh nggak usah sungkan-sungkan Nif sama gue, luh datang gue juga udah senang". Suasana menjadi hening sejenak sampai akhirnya Khanif kembali berbicara...

Cerpen : Cermin Kematian

~CERPEN : Cermin~Kematian~ Malam semakin larut Manda masih berdiri didepan cermin besar yang ada dikamarnya, dadanya berdesir, Manda takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang putri, katanya dalam hati. Ya, kau memang cantik, Manda. Wajahnya tersipu mendengar pujian itu. Pipinya merona. Merah muda. Ia tersihir oleh bayangannya sendiri. Bayangan ketika ia masih berada pada masa empat puluh tahun lalu. Wajahnya cerah, berseri-seri. Setengah terpana melihat kecantikannya sendiri. Rambutnya panjang, berwarna hitam kecokelatan, berkilat, bergelung seolah ombak. Dahinya licin. Matanya bulat, berbinar-binar. Hitam pekat seperti langit malam. Dikedip-kedipkannya matanya, hingga ia perhatikan bulu matanya yang tebal dan lentik. Tebal serupa alisnya yang melengkung menaungi sepasang matanya yang indah itu. Diturutkannya telunjuknya, dari hulu hingga muara alisnya. Cantik sekali dirimu, Manda membatin. Ya, kau memang cantik, Manda. Hidungnya, ...

Cerpen : Tabir Asmara Jingga

~CERITA INI HANYA FIKTIP & BUALAN BELAKA UNTUK 90 TAHUN+++~ Hampir sembilan tahun telah berlalu usia perkawinan Vina, Dan selama tiga tahun berjalan Vina tak pernah lagi merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Seolah ia hidup seorang diri dan tak pernah ada seorangpun yang mengerti keinginan hati serta jiwanya. Berawal dari sang suami yang tak pernah pulang, Hingga terkadang lupa memberi nafkah dirinya serta anak semata wayangnya. Vinapun mencoba sabar dengan semua itu bahkan sebagai seorang wanita yang punya pendidikan cukup Vinapun mencoba mencari kerja sampingan dari berjualan produk kosmetik hingga bisnis dor to dor semua produk, Layaknya seorang sales. Namun apapun yang Vina usahakan tak pernah membuat hati sang suaminya berubah, Bahkan suaminya yang bernama Dahlan berani meminta uang dari hasil kerjanya dengan alasan yang bermacam-macam. Bagai sudah jatuh tertiban tangga pula, Itulah yang selalu Vina alami. Sebagai wanita yang tegar Vinapun mencoba ber...