Langsung ke konten utama

Telat Mencabut



Kesibukkan bekerja membuat Agus lupa akan kesehatan tubuhnya hingga akhirnya ia harus dilarikan kerumah sakit terdekat karena sakit. akibat kurang teratur makan. Tiga hari kemudian teman kerjanya yang bernama Khanif datang menjenguknya, dan kebetulan memang hari itu tepat waktunya untuk jam kunjungan membesuk pasien.

"Sorry banget Gus baru hari ini gue bisa datang membesuk luh kerumah sakit"... Kata Khanif teman kerjanya.

Berhubung Agus orangnya sabar dan pemaaf meski baru sembuh dari sakitnya ia mencoba tersenyum kepada Khanif... "Nggak masalah Nif, nggak usah dipikirin toh hari ini luh sudah bertemu gue".

"Eehhhmm, anu Gus, gue juga minta maaf, karena membesuk luh nggak bisa membawa apa-apa, soalnya gue juga baru sembuh dari sakit gigi Gus".

Agus kembali tersenyum... "Aah! luh nggak usah sungkan-sungkan Nif sama gue, luh datang gue juga udah senang".

Suasana menjadi hening sejenak sampai akhirnya Khanif kembali berbicara... "Makasih banget nih Gus, dan sakit gigi gue juga lumayan nyebelin Gus sampai-sampai akhirnya dokter mencabut gigi gue baru gue bisa pulih seperti sekarang ini".

"Gue ngerti Nif, memang sakit gigi itu bikin kita jadi serba salah, dan sakit gigi itu sebenarnya hampir sama dengan rumput yang sudah panjang serta wanita yang mendadak hamil Nif"...

Khanifpun merasa dibuat bingung oleh kata-kata Agus, sampai akhirnya ia bertanya kembali kepada Agus... "Gue kaga ngarti arah pembicaraan luh Gus".

"Begini Nif, sewaktu luh sakit gigi yang bikin menjengkelkan, tetapi setelah dokter mencabut gigi luh kondisi luh kembali normal seperti saat ini".

"Iya tapi apa hubungannya Gus, sama rumput panjang serta wanita hamil mendadak"... Sela Khanif memotong pembicaraan Agus.

"Ada lho hubungannya Nif, sama-sama telat mencabut".

"Telat mencabut, nggak ngerti gue Gus".

"Coba luh pahami dalam-dalam Nif, gigi luh kalau sebelum sakit sudah dicabut mungkin nggak separah yang luh alamin, begitu rumput kalau pas mencabut pada waktunya tidak mungkin panjang, begitupun wanita hamil mendadak"... Seru Agus sambil terkekeh-kekeh.

Setelah merenung sejenak akhirnya Khanifpun nyengir kuda sambil berkata... "Heehee dasar suuee luh Gus".🤣 🤣 🤣




~ THANK~YOU ~

Komentar

  1. Ha ha .... Ending begini dibolehkan sebelum bulan puasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bolehlah bu Haji... Kan cuma humor.🤣🤣🤣

      Hapus
  2. Kelanjutan posting kemarin sepertinya ini yang makan daging dipesawat, hihi.. kebanyakan makan daging jadi dagingnya nyangkut di gigi dan sulit di cabut dan bikin sakit gigi dan giginya hamil haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naah tul banget Huu... Mentang2 daging dihajar terus yee Huu, jadinya sakit tuh gigi.🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Kerang enak juga huu 😜😜

      Hapus
  3. Untungnya yang jadi perumpamaannya rumput bukan pohon beringin, coba kalau pohon beringin ngga kebayang gimana cara nyabutnya..wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pohon beringin akarnya bisa buat gelantungan Huu..🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Pohonnya dicabut pakai excavator bisa nggak? wkwkwkw

      Hapus
  4. Masih belum dicabut kah? 🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum Huu... mau dipantengin aja? 🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Kuat juga pohon beringinnya Mas her 🤣🏃‍♂️🏃‍♂️

      Hapus
    3. Kan pake ilmu Jaran Goyang..🤣🤣🤣

      Hapus
  5. Kalau gigi telat dicabut jadinya gimana dong? :D

    BalasHapus
  6. Biarpun telat nyabut tapi kalo pakai kondom kayaknya ngga hamil kang, kecuali kondomnya sengaja dibikin bocor.🤣

    BalasHapus
  7. Iklan apa kang, apa iklan telat nyabut.🤣

    BalasHapus
  8. jiaaah mas Satria pura2 gak ngerti maksud Khanif ::)

    BalasHapus
  9. hemmm agak gimana gitu ya tentang telat nyabut ini

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG YANG UHUUKK!! EEHEEEMMM!!


Postingan populer dari blog ini

Apakah Belanja Dengan Uang Cash Masih Berlaku Di Masa Mendatang?

Di era digital yang semakin canggih, dompet kita terasa semakin ringan. Kartu debit, kartu kredit, hingga aplikasi pembayaran digital kini mendominasi setiap transaksi. Muncul pertanyaan besar: Apakah uang tunai (cash) akan menjadi relik masa lalu, atau masih memiliki tempat di masa mendatang? 1. Dominasi Pembayaran Digital: Sebuah Keniscayaan Tidak dapat dimungkiri, tren global bergerak menuju masyarakat cashless. Kecepatan, kemudahan, dan keamanan (dalam konteks tidak perlu membawa uang fisik dalam jumlah besar) yang ditawarkan oleh pembayaran digital adalah daya tarik utamanya. Kemudahan dan Kecepatan: Pembayaran melalui QR code, contactless card, atau e-wallet hanya membutuhkan waktu beberapa detik, jauh lebih cepat daripada menghitung uang tunai dan menunggu kembalian. Data dan Pelacakan: Bagi konsumen, transaksi digital membantu pelacakan pengeluaran. Bagi bisnis dan pemerintah, data transaksi ini sangat berharga untuk analisis ekonomi dan perpajakan. Ino...

5 Permainan Anak 90,an Saat Bulan Puasa Dan Hari Lebaran

Anda yang pernah mengalami era 90,an tentunya pasti tahu akan sebuah permainan diawal atau akhir bulan puasa. Yaa memang sangat berbeda dengan era sekarang yang serbah canggih. Dan kalau boleh saya tahu yang merasa anak 90,an sebenarnya kangen nggak sama permainan yang sudah tertera diatas dan dibawah ini.? Atau mungkin anda sudah lupa, Atau pura-pura lupa..? 😂😂 Ok kalau begitu. Disini saya bukan ingin menanya lupa atau tidaknya dengan sebuah permainan jadul era 90,an. Tetapi sekedar ingin mengulas tentang permainan jadul anak 90,an kala menunggu saat berbuka puasa. Kalau anak sekarang bilang katanya Ngabuburit.? 😄 Sebenarnya apa bedanya sih permainan era 90,an dan sekarang, Kala menunggu waktu berbuka puasa. Yaa sudah barang tentu sangat berbeda. Meski ada beberapa yang masih kerap dipermainkan diera sekarang. Lalu apa saja permainannya berikut ulasan dibawah ini. 1. PETASAN & KEMBANG API Ilustrasi By : Poskota Yaa dari gambar pertama adalah...

Cerpen : Cermin Kematian

~CERPEN : Cermin~Kematian~ Malam semakin larut Manda masih berdiri didepan cermin besar yang ada dikamarnya, dadanya berdesir, Manda takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang putri, katanya dalam hati. Ya, kau memang cantik, Manda. Wajahnya tersipu mendengar pujian itu. Pipinya merona. Merah muda. Ia tersihir oleh bayangannya sendiri. Bayangan ketika ia masih berada pada masa empat puluh tahun lalu. Wajahnya cerah, berseri-seri. Setengah terpana melihat kecantikannya sendiri. Rambutnya panjang, berwarna hitam kecokelatan, berkilat, bergelung seolah ombak. Dahinya licin. Matanya bulat, berbinar-binar. Hitam pekat seperti langit malam. Dikedip-kedipkannya matanya, hingga ia perhatikan bulu matanya yang tebal dan lentik. Tebal serupa alisnya yang melengkung menaungi sepasang matanya yang indah itu. Diturutkannya telunjuknya, dari hulu hingga muara alisnya. Cantik sekali dirimu, Manda membatin. Ya, kau memang cantik, Manda. Hidungnya, ...

Cerpen : Tabir Asmara Jingga

~CERITA INI HANYA FIKTIP & BUALAN BELAKA UNTUK 90 TAHUN+++~ Hampir sembilan tahun telah berlalu usia perkawinan Vina, Dan selama tiga tahun berjalan Vina tak pernah lagi merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Seolah ia hidup seorang diri dan tak pernah ada seorangpun yang mengerti keinginan hati serta jiwanya. Berawal dari sang suami yang tak pernah pulang, Hingga terkadang lupa memberi nafkah dirinya serta anak semata wayangnya. Vinapun mencoba sabar dengan semua itu bahkan sebagai seorang wanita yang punya pendidikan cukup Vinapun mencoba mencari kerja sampingan dari berjualan produk kosmetik hingga bisnis dor to dor semua produk, Layaknya seorang sales. Namun apapun yang Vina usahakan tak pernah membuat hati sang suaminya berubah, Bahkan suaminya yang bernama Dahlan berani meminta uang dari hasil kerjanya dengan alasan yang bermacam-macam. Bagai sudah jatuh tertiban tangga pula, Itulah yang selalu Vina alami. Sebagai wanita yang tegar Vinapun mencoba ber...