Langsung ke konten utama

CERITA PA : Kisah Amrana & Anaknya Yang Bernama Emde





Setelah seharian bekerja akhirnya sore itu Amrana pun tiba dirumah dan langsung merebahkan tubuhnya disofa ruang tengah, Dan sambil santai ia pun membuka medsosnya sambil cengar-cengir sendirian. Karena asik dengan pesan dan komentar yang masuk dimedsosnya.

Namun sedang asyik main fb tiba-tiba matanya mengantuk ia pun mengeuap dengan santainya, "Uuuuaaaahhggpp..aahh!"..

Karena tak ingin tidur ia pun segera kedapur untuk membuat kopi. Namun apa daya persediaan gulanya habis, Ia pun kesal karena tidak biasa dengan kopi pahit.

Akhirnya ia pun memanggil anaknya Emde untuk segera membeli gula.

"Eemmddee!!...Eeeemddeee Pea", ....Teriaknya.

"Ada apa sih pak teriak-teriak begitu"....Tanya sang ank.

Lekas kau beli gula 1kg diwarung pak Agus".....Seru Amrana.
"Iya pak"....Emde pun segera berlalu menuju warung pak Agus.


Namun hampir 2 jam Emde Pea pun belum pulang kerumah dan itu membuat Amrana geram Hingga 2 jam lewat Emde pun baru tiba dirumah dengan tersenyum. Namun berbeda dengan sang bapak yang sudah siap menerkamnya.

Amrana : "Kebiasaan deh... kamu Emde pea disuruh ke Warung pasti lama baliknya, maen dulu ya?!! ...Masa' beli Gula aja sampe 2 jam...!! kamu beli dibogor yaa!..😬😬 "......Tanya Amrana, makin geram.

Anaknya Emde Pea : "Bukannya saya main Pak.....Tadi di depan Warung ada orang kehilangan uang 100 ribu... Dia cari-cari sampe 1 jam...Nggak ketemu juga".

Amrana : "Jadi kamu ikut nyariin??"

Emde Pea : "Ya enggak lahhh... Saya cuma berdiri aja"...

Amrana : "Trus ngapain berdiri aja, bukannya bantuin nyari...!!"

Emde Pea : "Kan uangnya saya injek."😂😂

Amrana : "Sekarang mana uangnya bagi dua sini"...Seru Amrana penuh harap

Emde Pea : "Lhoo! bapak gimana sih, Tadi minta gula sampai marah-marah. Sekarang malah minta duit , Dasar ortu nggak tahu di untung"......Habis berucap Emde pun lari dan sembunyi agar uang yang ia dapat tidak diambil separuh oleh sang bapak".

Amrana : "Sue loe, Sial dangkalan. Dasar anak dajal.",😬😬😬






TERSENYUMLAH SEBELUM TERSENYUM ITU DILARANG. TERTAWALAH SEBELUM MULUTMU BAU JENGKOL.😂😂😉😉





~ SEMOGA ~ TERHIBUR ~

Komentar

  1. Parah..dua duanya parah..anak sama bapak sama aja..hahaha

    BalasHapus
  2. Haahaa!! Sama gilanya yaa!...😊😊🏃🏃🏃

    BalasHapus
  3. Sueee... Gw baru baca yg inj nih..
    Jiahh menyebalkan.. .

    Wuzzz. . (sambit bakiak)
    Pletakk..!!! Kena pala satria..!!
    Syukurin. ..!!!

    BalasHapus
  4. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup.

    BalasHapus
  5. oo.... rupanya EMDE anak pak nana ya..... lain ibu ya,,,,��

    BalasHapus
  6. Kebayang gak, kayaknya dik Emde ini sambil matung keringet dingin deh. "Semoga orang-orang cepet pergi." :D

    BalasHapus

Posting Komentar

TERIMAH KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA KEBLOG YANG UHUUKK!! EEHEEEMMM!!


Postingan populer dari blog ini

Apakah Belanja Dengan Uang Cash Masih Berlaku Di Masa Mendatang?

Di era digital yang semakin canggih, dompet kita terasa semakin ringan. Kartu debit, kartu kredit, hingga aplikasi pembayaran digital kini mendominasi setiap transaksi. Muncul pertanyaan besar: Apakah uang tunai (cash) akan menjadi relik masa lalu, atau masih memiliki tempat di masa mendatang? 1. Dominasi Pembayaran Digital: Sebuah Keniscayaan Tidak dapat dimungkiri, tren global bergerak menuju masyarakat cashless. Kecepatan, kemudahan, dan keamanan (dalam konteks tidak perlu membawa uang fisik dalam jumlah besar) yang ditawarkan oleh pembayaran digital adalah daya tarik utamanya. Kemudahan dan Kecepatan: Pembayaran melalui QR code, contactless card, atau e-wallet hanya membutuhkan waktu beberapa detik, jauh lebih cepat daripada menghitung uang tunai dan menunggu kembalian. Data dan Pelacakan: Bagi konsumen, transaksi digital membantu pelacakan pengeluaran. Bagi bisnis dan pemerintah, data transaksi ini sangat berharga untuk analisis ekonomi dan perpajakan. Ino...

5 Permainan Anak 90,an Saat Bulan Puasa Dan Hari Lebaran

Anda yang pernah mengalami era 90,an tentunya pasti tahu akan sebuah permainan diawal atau akhir bulan puasa. Yaa memang sangat berbeda dengan era sekarang yang serbah canggih. Dan kalau boleh saya tahu yang merasa anak 90,an sebenarnya kangen nggak sama permainan yang sudah tertera diatas dan dibawah ini.? Atau mungkin anda sudah lupa, Atau pura-pura lupa..? 😂😂 Ok kalau begitu. Disini saya bukan ingin menanya lupa atau tidaknya dengan sebuah permainan jadul era 90,an. Tetapi sekedar ingin mengulas tentang permainan jadul anak 90,an kala menunggu saat berbuka puasa. Kalau anak sekarang bilang katanya Ngabuburit.? 😄 Sebenarnya apa bedanya sih permainan era 90,an dan sekarang, Kala menunggu waktu berbuka puasa. Yaa sudah barang tentu sangat berbeda. Meski ada beberapa yang masih kerap dipermainkan diera sekarang. Lalu apa saja permainannya berikut ulasan dibawah ini. 1. PETASAN & KEMBANG API Ilustrasi By : Poskota Yaa dari gambar pertama adalah...

Telat Mencabut

Kesibukkan bekerja membuat Agus lupa akan kesehatan tubuhnya hingga akhirnya ia harus dilarikan kerumah sakit terdekat karena sakit. akibat kurang teratur makan. Tiga hari kemudian teman kerjanya yang bernama Khanif datang menjenguknya, dan kebetulan memang hari itu tepat waktunya untuk jam kunjungan membesuk pasien. "Sorry banget Gus baru hari ini gue bisa datang membesuk luh kerumah sakit"... Kata Khanif teman kerjanya. Berhubung Agus orangnya sabar dan pemaaf meski baru sembuh dari sakitnya ia mencoba tersenyum kepada Khanif... "Nggak masalah Nif, nggak usah dipikirin toh hari ini luh sudah bertemu gue". "Eehhhmm, anu Gus, gue juga minta maaf, karena membesuk luh nggak bisa membawa apa-apa, soalnya gue juga baru sembuh dari sakit gigi Gus". Agus kembali tersenyum... "Aah! luh nggak usah sungkan-sungkan Nif sama gue, luh datang gue juga udah senang". Suasana menjadi hening sejenak sampai akhirnya Khanif kembali berbicara...

Cerpen : Cermin Kematian

~CERPEN : Cermin~Kematian~ Malam semakin larut Manda masih berdiri didepan cermin besar yang ada dikamarnya, dadanya berdesir, Manda takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang putri, katanya dalam hati. Ya, kau memang cantik, Manda. Wajahnya tersipu mendengar pujian itu. Pipinya merona. Merah muda. Ia tersihir oleh bayangannya sendiri. Bayangan ketika ia masih berada pada masa empat puluh tahun lalu. Wajahnya cerah, berseri-seri. Setengah terpana melihat kecantikannya sendiri. Rambutnya panjang, berwarna hitam kecokelatan, berkilat, bergelung seolah ombak. Dahinya licin. Matanya bulat, berbinar-binar. Hitam pekat seperti langit malam. Dikedip-kedipkannya matanya, hingga ia perhatikan bulu matanya yang tebal dan lentik. Tebal serupa alisnya yang melengkung menaungi sepasang matanya yang indah itu. Diturutkannya telunjuknya, dari hulu hingga muara alisnya. Cantik sekali dirimu, Manda membatin. Ya, kau memang cantik, Manda. Hidungnya, ...

Cerpen : Tabir Asmara Jingga

~CERITA INI HANYA FIKTIP & BUALAN BELAKA UNTUK 90 TAHUN+++~ Hampir sembilan tahun telah berlalu usia perkawinan Vina, Dan selama tiga tahun berjalan Vina tak pernah lagi merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Seolah ia hidup seorang diri dan tak pernah ada seorangpun yang mengerti keinginan hati serta jiwanya. Berawal dari sang suami yang tak pernah pulang, Hingga terkadang lupa memberi nafkah dirinya serta anak semata wayangnya. Vinapun mencoba sabar dengan semua itu bahkan sebagai seorang wanita yang punya pendidikan cukup Vinapun mencoba mencari kerja sampingan dari berjualan produk kosmetik hingga bisnis dor to dor semua produk, Layaknya seorang sales. Namun apapun yang Vina usahakan tak pernah membuat hati sang suaminya berubah, Bahkan suaminya yang bernama Dahlan berani meminta uang dari hasil kerjanya dengan alasan yang bermacam-macam. Bagai sudah jatuh tertiban tangga pula, Itulah yang selalu Vina alami. Sebagai wanita yang tegar Vinapun mencoba ber...